0


Add Facebook Anti NII KW9
sovie_alzaytun@yahoo.com
deva_moeslimah@yahoo.com
khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id
sovie_gumilang@yahoo.com
panji_gumilangn11@yahoo.com
moeslimahsmile@yahoo.com
smilemoeslimah@yahoo.com
setiawan_ken@yahoo.com

Dikirim pada 02 Mei 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


RINTIHAN DI BALIK MAY DAY (HARI BURUH INTERNASIONAL) MA’HAD AL ZAYTUN - MESIN PENINDAS MADE IN THOGUT
1 Mei 2009
HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Ada yang berteriak, tertawa & menangis tapi tak sedikit yang berdiam diri
Kami ingin kesejahteraan yang cuma dijanjikan
Kami ingin lepas dari penindasan atas nama pembangunan & karya nyata
kami ingin merdeka dari eksploitasi penguasa & pengusaha pro kapitalis
Kami ingin UMR dan Jamsostek yang pantas bukan untuk ditindas
HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Tapi mereka tidak sendirian, buktinya mereka masih tertawa
Karena ratusan mata kamera wartawan mengepung sambil membidik
Bahkan ada yang LIVE menyuarakan penderitaan mereka
Sorenyapun semua Televisi menyiarkan nasib buruh kita
Keesokan pagi jutaan eksemplar koran menyebarkan tangis pilu mereka
Mereka masih beruntung dan harusnya bersyukur masih ada yang PEDULI
HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Mereka yang meninggalkan kuliahnya karena harus mengejar setoran
Mereka yang ‘menghilangkan diri’ tapi orangtuanya panik ‘anaknya hilang’
Mereka yang daftar gajinya ada ditangan INTEL, tapi jauh dibawah UMR
Mereka dari Bupati, Camat, Lurah & Stafnya digaji ala kadarnya
Mereka yang gajinya ‘gak pernah diambil’ karena dipotong setoran
Mereka yang pura-pura jadi karyawan, bersafari rekrut sana - rekrut sini
Mereka layaknya ROMUSHA dizaman kolonialisme Jepang
Mereka katanya ikhlas membela idealismenya untuk sebuah cita ‘FUTUH’
HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Tapi Buruh yang SATU ini BISU kebanyakan di Baiat & Tilawah
Buruh yang SATU ini TELAH HILANG HAK-HAK KEMANUSIAANNYA
Walau Pabriknya Al Zaytun sudah SEKARAT NYARIS BANGKRUT tetap tak mengusik akal sesatnya
REALITAS KEGAGALAN BISNIS - Terhibur oleh IDEALISME YANG PUDAR
Jangankan UMR, Jamsostek dan Bonus, gak FULL Setoran dihitung HUTANG
Cape Deh ! Tapi inilah Perjuangan membela Berhala bernama AL ZAYTUN
Disana 4700 eksponen & karyawan HIDUP SEGAN MATI TAK MAU
Sudah banyak yang teriak, tapi media masa mana yang mau dengar
Sudah banyak yang kabur, yah memang dikondisikan demikian
Sudah banyak yang berontak, GARDA & TIBMARA fakta tak terbantahkan
HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Mereka masih sangat beruntung, dibanding puluhan ribu BURUH NII KW9
Mereka masih bisa berteriak, dibanding warga NII yang membeli PENIPU
Mereka masih ada UMR, dibanding harus dikejar setoran INFAQ
Mereka masih dapat pesangon, dibanding buruh-buruh NII Al zaytun yang habis manis sepah dibuang (kalo ‘Kaslan’ / murtad dari KW9)
TAPI MEREKA ADALAH SAUDARA KITA JUGA
WALAU MUI, ORMAS ISLAM & ULAMA TAK PEDULIKAN PENDERITAANNYA
PENDERITAAN MEREKA, PENDERITAAN KITA JUGA
CITA-CITA MEREKA, CITA-CITA KITA JUGA
TANGIS MEREKA, TANGIS KITA SEMUA YANG PEDULI
TINGGALKAN BERHALA YANG BERNAMA MA’HAD AL ZAYTUN
TINGGALKAN PENINDASAN - TAPI TETAP TEGUHKAN CITA-CITA
JANGAN BIARKAN …
Pemerhati Kaum Tertindas

Dikirim pada 02 Mei 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


Kemarin pagi, saya mendapat informasi bahwa pada Sabtu, 11 April 2009, akhirnya Syaykh Al-Zaytun, YAB. Abdus Salam Rasyidi (Panji Gumilang) mengumpulkan para ‘pejabat’ NII (Negara Islam Indonesia) level wilayah (Gubernuran) bawahannya di Ma’had Al-Zaytun (MAZ) Indramayu. Mereka dikumpulkan setelah Partai RepublikaN dipastikan tidak mampu menembus batas ambang electoral threshold sebesar 2,5%. Itu artinya, kelima caleg dari NII (faksi Al-Zaytun) otomatis gagal menembus Senayan—berapapun jumlah suara yang mereka peroleh. Sang Imam mencoba membesarkan hati para pejabat bawahannya itu, yang saya peroleh dari seorang insider, intinya begini:
“Tidak perlu berkecil hati. Setidaknya, masyarakat telah mulai menerima kehadiran kita di kancah politik nasional.”


Kenyataan ini, jelas mengecewakan para jamaah NII faksi Al-Zaytun. Padahal, seluruh jamaah yang masih aktif sudah dikerahkan untuk ‘memilih’ di berbagai TPS di lima Dapil tempat kelima caleg itu dicalonkan. Bahkan, dengan persiapan hampir 7 bulan. Memang, berbagai komentar di facebook Imam Prawoto, salah satu caleg dari MAZ tersebut, para konstituen mencoba menghibur diri.

Siapa saja kelima caleg NII-MAZ yang gagal melenggang ke Senayan itu?


Imam Prawoto


Drs. Miftakh
M. Soleh Aceng, SH

dr. Dani Kadarisman


Ir. Asrurrifak




***
Beberapa kader NII faksi Al-Zaytun (NII-MAZ) yang masih aktif di dalam ’struktur organisasi bercerita kepada saya tentang geliat Al-Zaytun untuk meloloskan caleg mereka. Namun, beberapa dari mereka menyesalkan: mengapa Imam Prawoto yang ditempatkan di Dapil Tangerang, yang otomatis Dapil paling gemuk—dan berpotensi besar menjadi lumbung suara serta meloloskan putra sulung Syaykh AS. Panji Gumilang itu, jika saja Partai RepublikaN lolos electoral threshold 2,5 %. Padahal caleg Drs. Miftakh dan M. Soleh Aceng S.H. jelas jauh lebih senior dan memiliki kompetensi leadership yang tidak kalah hebat.

“Mengapa tidak kader senior, seperti para pejabat setingkat Menteri atau eselon satu lainnya, yang sudah berjuang sejak tahun 1980-an. Apakah hanya karena beliau anak Syaykh Al-Zaytun. Kok jadi KKN gitu ?” keluh seorang kader NII faksi Al-Zaytun kepada saya.
“Ah, sudahlah. Tak perlu dikeluhkan. Lagi pula, kelima kader itu tak lolos juga, bukan?” jawab saya.


Sebagai catatan, tiga dari lima orang caleg tersebut memiliki kedudukan struktural penting dalam sistem organisasi NII faksi Al-Zaytun. Mohon maaf, jika saya tak bisa mengungkapkannya di sini.



Sebagai orang yang pernah memiliki kedekatan dengan kelima caleg tersebut di atas, juga dengan Syaykh A.S. Panji Gumilang, saya mencoba mengambil ibrah (pelajaran) dari kegagalan ini sehingga muncul pertanyaan: “Mengapa tidak sejak dulu saja memutuskan mengambil jalur kepartaian dalam berpolitik, ketika organisasi NII-MAZ masih begitu kuat? Padahal ketika itu ada momen yang begitu kuat untuk membentuk sebuah partai politik–yang akhirnya momen itu diambil secara cerdas oleh PKS.



Saya masih ingat betul, sehari setelah bertemu dengan Jusuf Kalla di kediaman beliau di Jalan Dharmawangsa pada masa Pilpres putaran kedua tahun 2004 lalu, Syaykh Al-Zaytun sempat berpikir untuk membentuk partai politik. Waktu itu, saya termasuk orang yang menjawab “setuju” ketika ditanya oleh “beliau”. Entah, mengapa kemudian rencana itu urung dilakukan.

Saya juga masih ingat betul, ketika berbagai pertemuan dilangsungkan di Wisma Fairbank Senayan, antara para pimpinan MAZ dan tokoh-tokoh politik Orba seperti Harmoko, Haryono Suyono, dan beberapa tokoh lain, yang sepertinya akan bermuara pada pembentukan sebuah partai politik. Namun, lagi-lagi saya hanya bisa bertanya dalam hati: “Entah, mengapa kemudian rencana itu pun urung dilakukan?”

Jika kemudian, artikel ini muncul, semata-mata karena saya resah dengan berbagai ketidakpastian yang dikeluhkan oleh beberapa teman di dalam barisan NII-MAZ–yang sepertinya juga dialami oleh sebagian besar kader-kader NII-MAZ–akan arah perjuangan mereka. Sementara di satu sisi, pengorbanan yang diberikan sudah begitu besar. Memang, meski saya sekarang berada di luar sistem, namun saya merasa bahwa masa 15 tahun keterlibatan saya di NII-MAZ (dengan berbagai konsekwensi terhadap diri dan keluarga saya) merupakan alasan bagi saya untuk tetap berhak ikut merasa resah.

Sekian dulu informasi singkat dari saya. Selengkapnya, nantikan saja sebuah buku yang sedang saya tulis—yang sementara ini akan saya beri judul “Mozaik Hitam Putih Al-Zaytun: Belajar dari Keunggulan dan Kelemahan NII Al-Zaytun”. Semoga, jika tak ada halangan, buku tersebut akan saya rampungkan pada akhir tahun ini.



Oh ya, bagi saya, buku tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral saya kepada seluruh jamaah dan mantan jamaah NII faksi Al-Zaytun. Melalui buku itu, kelak, saya ingin meluruskan berbagai informasi menyesatkan yang terlalu menghujat dan menempatkan kawan-kawan NII faksi Al-Zaytun sebagai orang sesat, serta mendudukkan organisasi itu sebagai organisasi tanpa nilai lebih. Padahal, organisasi ini memiliki begitu banyak potensi positif, yang bermanfaat bagi kemajuan umat dan masyarakat luas.

Tapi, sebaliknya, saya juga ingin menyampaikan berbagai pergulatan internal (perpecahan, praktik KKN dan miss-orientation) yang pada akhirnya membuat organisasi ini melalui grafik menurun, setelah sempat mengalami era keemasan pada periode 1994-2002.




Bagi saya, hanya satu hal yang membuat buku itu urung terbit, yakni jika terjadi rekonsiliasi di antara para elite NII-MAZ, antara mereka yang masih aktif “di dalam” dan yang berada “di luar sistem” untuk membicarakan masa depan organisasi, termasuk pertanggungjawaban aset organisasi yang saya perkirakan menyentuh angka triliun rupiah.





(Maaf, khusus untuk posting ini, saya menutup pintu bagi diskusi dan komentar yang bersifat menghujat dan mencaci maki Ma’had Al-Zaytun dan NII-MAZ).
(Artikel ini merupakan stimulan awal dari serangkaian upaya untuk memperbaiki MAZ dari luar sistem. Jadi, mohon maaf bagi teman-temanku yang merasa “terganggu” dengan posting ini. Semoga, posting ini bermanfaat bagi organisasi MAZ yang sedang kalian perjuangkan. Bagaimanapun, MAZ adalah aset umat yang harus diselamatkan).
(Kepada Syaykh Al-Zaytun, mohon maaf jika Anda tidak berkenan dengan artikel ini. Sungguh, Anda merupakan orang yang sangat berjasa dalam pembentukan character building bagi banyak orang, termasuk diri saya).
Sumber : www.nii-crisis-center.com

Dikirim pada 15 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


PENGERAHAN JAMAAH NII AL-ZAYTUN DAN FENOMENA FORMULIR A5 ASPAL
9 April 2009
Satu hari sebelum hari H pencontrengan pemilu tahun ini, seluruh jamah NII diberbagai daerah sudah mempersiapkan diri guna ikut berpartisipasi dalam ajang demokrasi pemilu 2009. Anehnya kini para jamah NII bukan hanya nyonterng di TPS saja, akan tetapi mereka juga menempatkan saksi saksi disetiap TPS TPS yang menjadi basis kekuatan mereka. Pada hari kamis dini hari semua jamaah NII dari luar daerah pemilih ( pendatang ) yang sudah mengantongi formulir A5 asli maupun yang ASPAL ( asli tapi palsu ) berduyun duyun mendatangi TPS TPS di daerah caleg mereka, dari 5 daerah caleg yang paling menjadi sorotan adalah caleg Dapil tanggerang dan caleg Dapil bogor yang tidak lain adalah putra dari Syakh Panji Gumilang ( Presiden NII ALZAYTUN ) yaitu Imam Prawoto.
Pada hari kamis pula banyak orang tua korban NII yang mengeluh bahwa anaknya tidak pulang karena mereka harus nyontreng di dapil lain. Padahal didaerahnya sendiri dia tidak ada masalah, ada sebagian orang tua juga yang menahan anaknya untuk tidak mencontreng di dapil lain .
Mereka amat pintar dalam mengambil celah, sekiranya aparat tidak menutup mata dalam masalah ini, seabreg data semoga dapat membawa masalah ini ke tingkat pengadilan. ini harus di usut, pengerahan masa yang berlebihan dan banyak nya formulir ASPAL harus dibawa ke kengadialn, ini adalah kecurangan dan merupakan kejahatan terselubung. Anak bangsa semakin di bodohi dengan segala propaganda yang dilalukan jaringan NII AL-ZAYTUN. Jangan sampai mereka bisa melenggang ke DPR,.
Ingat !!! Korban semakin hari semakin banyak berjatuhan, apalagi jika jaringan NII ini masuk DPR dan mereka mensosialisasikan aturan dan hukum hukum supaya berpihak pada jaringan NII AL-ZAYTUN.
Kami para korban berharap kesigapan pemerintah dalam hal ini aparat yang berwenang dan semua lembaga terkait mengusut masalah ini agar korban anak bangsa tidak lagi berjatuhan.
Forum komunikasi korban NII al-zaytun dan NCC

Dikirim pada 09 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN
Awal « 1 2 3 » Akhir


connect with ABATASA