0


Pada tahun 1946 Kahar Muzakar (Panglima Hisbullah dari Sulawesi) dikirim ke Yogya (Ibukota RI) untuk menghimpun kekuatan rakyat. Saat itu Panglima Hisbullah Kalimantan adalah Hasan basri, yang berpusat di Banjarmasin . Sedangkan Panglima Nusatenggara adalah Ngurah Rai yang berpusat di Bali .

Sedangkan Kartosoewirjo adalah Panglima Hisbullah Jawa Barat. Ia terus berjuang melawan penjajah Belanda.Pada 17 Januari tahun 1948, ketika terjadi Perjanjian Renville (di atas kapal Renville) daerah yang dikuasi rakyat Indonesai semakin kecil, karena daerah inclave harus dikosongkan. Kartosoewirjo tidak mau mengosongkan Jawa Barat, maka timbullah pemberontakan Kartosoewirjo tahun 1948 melawan Belanda.

Kala itu Kartosoewirjo selain harus menghadapi Belanda juga menghadapi mantan tentara KNIL yang sudah bergabung ke TRI yang kala itu mereka baru saja kembali dari Yogyakarta .

Kartosoewirjo yang berjuang melawan Belanda dalam rangka mempertahankan Jawa Barat karena dia adalah Panglima Divisi Jawa Barat, justru dicap pemberontak oleh Soekarno, sehingga dihukum mati pada 1962.

Menurut Dr. Bambang Sulistomo, putra pahlawan kemerdekaan Bung Tomo, tuduhan pemberontak kepada Kartosoewirjo dinilai bertentangan dengan fakta sejarah.

Menurut kesaksian almarhum ayah saya, yang ditulisnya dalam sebuah buku kecil berjudul HIMBAUAN, dikatakan bahwa pasukan Hizbullah dan Sabilillah, menolak perintah hijrah ke Yogyakarta sebagai pelaksanaan isi perjanjian Renvile; dan memilih berjuang dengan gagah berani mengusir penjajah dari wilayah Jawa Barat. Keberadaan mereka di sana adalah atas persetujuan Jenderal Soedirman dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada saat clash Belanda kedua, pasukan TNI kembali ke Jawa Barat dan merasa lebih berhak menguasai wilayah yang telah berhasil direbut dengan berkuah darah dari tangan penjajah oleh pasukan Hizbullah dan Sabilillah di bawah komando SM Kartosoewirjo. Karena tidak dicapai kesepakatan, maka terjadilah pertempuran antara pasukan Islam dan tentara republik tersebut…” (Lihat Buku “FAKTA Diskriminasi Rezim Soeharto Terhadap Umat Islam”, 1998, hal. xviii).

Sehubungan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Deliar Noor berkomentar: “Kesaksian almarhum ayah saudara itu, persis seperti kesaksian Haji Agoes Salim yang disampaikan di Cornell University Amerika Serikat, tahun 1953. Memang perlu penelitian ulang terhadap sejarah yang ditulis sekarang…

Pada buku berjudul “Menelusuri Perjalanan Jihad SM Kartosuwiryo” (Juli 1999, hal. xv-xvi), KH Firdaus AN menuliskan sebagai berikut:

“…Setelah perjanjian Renville ditandatangani antara Indonesia dan Belanda pada tanggal 17 Januari 1948, maka pasukan Siliwangi harus `hijrah’ dari Jawa Barat ke Yogyakarta, sehingga Jawa Barat dikuasai Belanda. Jelas perjanjian itu sangat merugikan Republik Indonesia . Waktu itu Jenderal Sudirman menyambut kedatangan pasukan Siliwangi di Stasiun Tugu Yogyakarta . Seorang wartawan Antara yang dipercaya sang Jendral diajak oleh beliau naik mobil sang Panglima TNI itu….

…Di atas mobil itulah sang wartawan bertanya kepada Jendral Sudirman: `Apakah siasat ini tidak merugikan kita?’ Pak Dirman menjawab, `Saya telah menempatkan orang kita disana`, seperti apa yang diceritakan oleh wartawan Antara itu kepada penulis.

…Bung Tomo, bapak pahlawan pemberontak Surabaya, 10 November dan mantan menteri dalam negeri kabinet Burhanuddin Harahap, dalam sebuah buku kecil berjudul `Himbauan’, yang ditulis beliau pada tanggal 7 September 1977, mengatakan bahwa Pak Karto (Kartosuwiryo, pen.) telah mendapat restu dari Panglima Besar Sudirman…

“…Dalam keterangan itu, jelaslah bahwa waktu meninggalkan Yogyakarta pada tahun 1948 sebelum pergi ke Jawa Barat, beliau (Kartosuwiryo) pamit dan minta restu kepada Panglima Besar TNI itu dan diberi restu seperti keterangan Bung Tomo tersebut.

Dikatakan dengan keterangan Jenderal Sudirman kepada wartawan Antara di atas tadi, maka orang dapat menduga bahwa yang dimaksud `orang kita’ atau orangnya Sudirman itu, tidak lain adalah Kartosuwiryo sendiri. Apalagi kalau diingat bahwa waktu itu Kartosuwiryo adalah orang penting dalam Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang pernah ditawari menjadi Menteri Muda Pertahanan, tetapi ditolaknya. Jabatan Menteri Muda Pertahanan itu ternyata kemudian diduduki oleh sahabat beliau sendiri, Arudji Kartawinata. Dapatlah dimengerti, kenapa Panglima Besar Sudirman tidak memerintahkan untuk menumpas DI /TII; dan yang menumpasnya adalah Jenderal AH Nasution dan Ibrahim Adji. Alangkah banyaknya orang Islam yang mati terbunuh oleh Nasution dan Ibrahim Adji! Apakah itu bukan dosa…?”

Sumber www.nii-crisis-center.com



Dikirim pada 17 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN

sovie_alzaytun@yahoo.com deva_moeslimah@yahoo.com Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id panji_gumilangn11@yahoo.com

Dikirim pada 08 Mei 2009 di Facebook Anti NII alzaytun

sovie_alzaytun@yahoo.com

deva_moeslimah@yahoo.com

Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id

panji_gumilangn11@yahoo.com

Dikirim pada 08 Mei 2009 di Facebook Anti NII alzaytun

sovie_alzaytun@yahoo.com deva_moeslimah@yahoo.com Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id panji_gumilangn11@yahoo.com

Dikirim pada 08 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN

sovie_alzaytun@yahoo.com deva_moeslimah@yahoo.com Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id panji_gumilangn11@yahoo.com

Dikirim pada 08 Mei 2009 di Facebook Anti NII alzaytun

sovie_alzaytun@yahoo.com

deva_moeslimah@yahoo.com

Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id

panji_gumilangn11@yahoo.com

Dikirim pada 08 Mei 2009 di Facebook Anti NII alzaytun


sovie_alzaytun@yahoo.com

deva_moeslimah@yahoo.com

Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id

panji_gumilangn11@yahoo.com



Dikirim pada 08 Mei 2009 di Facebook Anti NII alzaytun

Add sovie_alzaytun@yahoo.com

deva_moeslimah@yahoo.com

Khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id

panji_gumilangn11@yahoo.com

Dikirim pada 07 Mei 2009 di Facebook Anti NII alzaytun

Kami berkewajiban untuk meluruskan beberapa tuduhan dan penggiringan opini yg secara sengaja menunggangi isu tsb untuk menyudutkan Islam dan menghina cita cita penegakan Syari’at Islam, sbb :
1. NII kw9 adalah Musuh Bersama umat Islam dan Kemanusiaan, musuh masyarakat bahkan musuh Negara (tapi apakah NKRI menganggap Musuh atau Anak Haramnya )


2. Al-Zaytun berfaham Islam Liberal, sangat Kapitalis dan ujung tombak Bank Valas Yahudi ‘CENTURY’ Bigbos George Soros, anti thd ekonomi Syari’ah dan perbankan Muamalat

3.Kiblat Politik Al-Zaytun adalah sisa sisa kekuatan Neo Orba, Cendana dan intelejen pro Barat.

Bagaimana mungkin berharap NII Zaytun memperjuangkan tegaknya Syariat Islam, bahkan sangat berbohong jika ingin mendirikan Negara Islam. Isu NII tersebut hanyalah kuda Troya untuk menghancurkan citra Penegakan Syariat Islam. Faktanya NII KW9 dibiarkan tumbuh subur dan berkembang,karena faktanya jutaan generasi muda Islam hancur masa depan dan ekonominya. Sadarlah saudaraku, dan warning untuk anda anda yang anti Penegakan Nilai Nilai bahwa anda tidak ada bedanya dgn Anasir Jahat NII KW9/Al-Zaytun,bahkan lebih jahat dari itu. Anda bisa ada ditubuh MUI, TNI-POLRI atau Yahudi yahudi Lokal Berkedok Islam.

Kami takkan tinggal diam !!!

By Team www.nii-crisis-center.com



Dikirim pada 06 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


Assalaamu’alaikum wr.wb.
Perkenalkan saya dan teman teman adalah mantan nii kw 9 tahun 1994 s/d 2009 ini. Saya mengajak pembaca semua yang pernah bersinggungan dengan nii kw9 agar berbagi bersama. Karena banyak sodara-sodara kita yang masih terjebak lama di nii kw9, hatinya galau dan depresi butuh panduan untuk kembali tenang dan berkumpul kembali dengan masyarakat.

Saya dan teman teman juga membuka diri kepada orangtua-orangtua yang kehilangan anaknya karena terjebak dalam nii kw9 untuk ditemukan kembali.

Saya dan temen temen bisa dihubungi melalui telp setiap saat di nomer :

02195641276 - 08998096569

Bisa juga berkirim email ke ken_setia@yahoo.com

atau meninggalkan pesan di situs :

www.nii-crisis-center.com



Dikirim pada 06 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


KONTROVERSI NII KW9

DAN PERKEMBANGANNYA KINI





Komandemen merupakan sistem pemerintahan militer Negara Islam Indonesia (NII) yang digunakan pada era revolusi fisik pada tahun 1949-1962. Sistem ini runtuh setelah imam Kartosuwiryo tertangkap di Gunung Geber, Majalaya pada 4 Juni 1962. Menyusul eksekusinya pada 4 September 1962, kontradiksi siapa yang akan menggantikan tempatnya berlangsung sengit. Pada tahun 1974, diadakan pertemuan antara yang berhasil mengangkat Abu Daud Beureuh menjadi Imam NII dan mengaktifkan kembali sistem komandemen. Namun, tak berselang lama, Abu Daud Beureuh ditahan pihak berwajib sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai imam.

Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, diadakan pertemuan di Tangerang pada 1 Juli 1979 dan mengangkat Adah Djaelani sebagai imam NII. Setelah aktifasi sistem komandemen pada tahun 1974, Adah Djaelani juga meluaskan teritorialnya dengan membentuk dua komandemen wilayah (KW) baru yang sebelumnya hanya tujuh. KW8 meliputi Lampung dan KW9 atau Jakarta Raya yang meliputi Jakarta, Tangerang, Banten dan Bekasi. Pimpinan pertama KW9 diserahkan kepada Seno alias Basyar, mantan Panglima IV Divisi II Jawa Tengah untuk bagian Semarang. Menyusul rentetan penangkapan aktivis NII akibat kasus Komando Jihad (KOMJI), Seno tertangkap. Tempatnya digantikan oleh Abu Karim Hasan. Selain sebagai panglima KW9, dia merupakan orang yang paling berpengaruh dalam pembentukan doktrin Mabadiuts Tsalasah yang digunakan KW9 sampai hari ini.

Pada era Abu Karim Hasan, KW9 maju pesat. Teritorial awalnya hanya di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Setelah itu meluas sampai diatas kertas memiliki 9 Komandemen Daerah (KD). Pusat pergerakan KW9 pada awal tahun 80an bertempat dibelakang IAIN Ciputat. Dalam memimpin KW9, Abu Karim Hasan didampingi oleh Abdus Salam, lulusan Gontor yang sedang meneruskan pendidikannya di IAIN Ciputat. Lelaki kelahiran Gresik yang dikenal cerdas ini selalu mendampingi Abu Karim Hasan dalam setiap acara formal NII. Tahun 1982, Abdul Salam alias Abu Ma’ariq alias Nur Alamsyah alias Abu Toto terbang ke Malaysia karena dikejar aparat. Kurang lebih tiga tahun di Malaysia, Abu Toto dipanggil kembali untuk membantu KW9 dan ditempatkan dalam sebuah departemen sipil. Kiprahnya belum terlihat jelas selain kecerdasannya dalam berorasi dan kemampuannya menyenangkan hati para pimpinan, termasuk Adah Djaelani yang masih di penjara.

Selama kurang lebih 13 tahun memimpin KW9, Abu Karim Hasan mengembangkan doktrin yang berbeda dengan doktrin dasar Kartosuwiryo. Doktrin yang dinamakan Mabadiuts Tsalasah ini hasil pemikirannya yang bercampur dengan ajaran Isa Bugis. Doktrin ini mentafsirkan tauhid ketuhanan—Rububiyah, Mulkiyah, Uluhiyah—sebagai konsep negara Islam. Konsep Tauhid ini selanjutnya menjadikan negara sebagai sebuah konsep tunggal berqur’an. Dan menempatkan negara sama dengan Allah. Sehingga merubah makna ibadah. Ibadah adalah bernegara Islam atau melaksanakan perintah didalam negara Islam, yang berarti, diluar negara Islam tidak ada ibadah. Ini yang menjadikan jama’ah KW9 mudah sekali mengkafirkan orang lain diluar kelompoknya. Merujuk kepada sunnah Nabi dalam 23 tahun da’wahnya, doktrin ini membagi periodisasi perjuangan menjadi Mekah dan Madinah, sekaligus mengartikan secara literal bahwa RI sebagai Mekah dan NII sebagai Madinah. RI adalah sistem batil karena tidak berhukum Islam dan NII adalah sistem haq karena melaksanakan hukum Islam. Penafsiran Al Qur’an difokuskan pada kedua masa itu, contoh; ayat shalat baru turun setelah nabi di Madinah. Jadi tidak perlu shalat sebelum ada Madinah atau NII tegak. Banyak lagi penafsiran Al Qur’an yang dikondisikan dengan konsep negara. Sehingga timbul aturan baru, fiqh baru yang kesemuanya disesuaikan dengan kondisi perjuangan mereka. Selain itu yang menyebabkan kerasnya jama’ah NII terhadap RI adalah penetapan kondisi fisabilillah yang menganggap kondisi sebagai situasi perang. Sehingga hukum perang dapat dilakukan, seperti; tipu daya dalam bentuk taktik dan strategi, berlakunya Fa’I dan pengidentifikasian kafir kepada semua orang yang belum masuk NII.

Pada tahun 1992 Abu Karim Hasan meninggal. Kekosongan kepemimpinan digunakan Abu Toto untuk melobi Adah Djaelani di penjara. Walhasil, Adah mengangkat Abu Toto sebagai Panglima KW9. Tahun 1993, awal kepemimpinannya di KW9, Abu Toto membuat beberapa maklumat yang disebut Qoror, menggantikan fungsi Qanun Azasi (UUD NII) dan Maklumat Komandemen Tertinggi (MKT). Qorornya berisi tentang kewajiban baru bagi umat KW9 untuk melaksanakan kewajiban dalam bentuk dana demi membangun negara. Timbul pungutan seperti; nafaqah daulah, harakah idikhor, haraqah Ramadhan, harakah Qurban dan qirodh. Kesemuanya menyedot dana milyaran rupiah dalam waktu singkat. Dampaknya, infrastruktur pun bergerak lebih cepat. Perluasan teritorialnya sampai kepada struktur ketujuh dalam tujuh lapis langit yaitu tingkatan desa. Teritorial yang mereka miliki pada dasarnya hanya diatas kertas, sedangkan mobilitasnya masih lewat kontrakan ke kontrakan. Seiring dengan perluasan teritorial dan perekrutan besar-besaran, Qoror baru pun muncul untuk meningkatkan pemasukan negara. Target keuangan membengkak menjadi 9 pos keuangan negara atau dikenal dengan Tis’atal Mawarid Daulah.

Tidak semua program Abu Toto diterima dengan baik oleh umatnya. Terutama untuk program keuangan yang banyak diimingi janji yang tidak pernah terealisasi, membuat banyak kekecewaan yang berakhir dengan pemisahan diri dari KW9. Tekanan yang bertubi-tubi untuk memenuhi kewajiban tanpa disertai dengan pemenuhan hak, sehingga jama’ah yang ada kerap menjadi sapi perahan, kadang disia-siakan setelah tidak produktif lagi, habis manis sepah dibuang.

Pada tahun 1996, program utama Abu Toto diluncurkan. Proyek mercusuar dalam bentuk pembangunan kota mandiri dengan sampul pondok pesantren dilakukan besar-besaran. Dibangun diatas tanah seluas 1200 Ha di desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat. Proyek ini juga dimaksudkan sebagai basis dan ibukota NII serta Madinah sekaligus. Pembangunan yang otomatis menyedot dana sangat besar ini melahirkan target besar pula yang harus dipenuhi umatnya. Akibatnya, mobilitas ditingkatkan dan improvisasi pencarian dana di lapangan dibebaskan untuk mencapai target yang dibebankan pemerintahan pusat KW9 untuk pembangunan Al Zaytun. Orientasi jama’ah dirubah, dari perjuangan untuk mentegakkan NII dan menetapkan hukum Islam, menjadi pencarian dana. Doktrin Islam dan NII hilang dengan sendirinya digantikan dengan agama baru yang menjadikan figur Abu Toto sebagai nabinya. Ajaran Islam dan ideologi NII hanya sebagai alat legitimasi dan simbol pelengkap perjuangan.

Pada tahun yang sama, lobi Abu Toto ke Adah Djaelani terbayar. Setelah keluarnya dari penjara, Adah Djaelani mengangkat Abu Toto sebagai Imam NII menggantikan posisinya. Setelah menjadi Imam NII, Abu Toto merubah sistem pemerintahannya menjadi sistem distrik. Membagi kekuasaan menjadi Teritorial dan Fungsional. Aparat Teritorial bergerak dibawah tanah dan berkonsentrasi di Jawa. Jama’ah Teritorial bertugas merekrut orang dan mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya. Mobilitas mereka 24 jam, bergerak dari kampus ke kampus, mal ke mal, dari pabrik ke pabrik dan semua tempat yang memungkinkan untuk merekrut jamaah baru. Jamaah Teritorial juga yang kerap berbenturan dengan pihak keamanan maupun keluarga mereka sendiri lantaran aksinya yang tersangkut kriminal, seperti penipuan, pencurian dll. Sedangkan aparat Fungsional bergerak di permukaan dalam wadah Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) yang tersebar di 28 propinsi. Aparat Fungsional ini tidak merekrut jamaah melainkan santri untuk disekolahkan di Al Zaytun. Orang tua santri yang notabene orang berpunya tersebut yang nantinya menjadi simpatisan dan lumbung dana untuk pembangunan Al Zaytun. Selain dari dua sumber tersebut, dana lain didapat dari sentra ekonomi yang dikembangkan, sumbangan tamu yang datang ke Al Zaytun, serta pada acara tahunan Haji pada 1 Muharam.

Pada tahun 1998 didalam kepemimpinan NII yang memang telah terpecah menjadi beberapa faksi, dilakukan konsolidasi untuk menyikapi friksi kepemimpinan internal waktu itu. Diadakan pertemuan lintas faksi yang membuahkan keputusan tentang pembatalan keimamahan Abu Toto karena telah keluar dari Al Qur’an dan Sunnah serta khittah perjuangan NII. Pertemuan ini otomatis memutuskan rantai struktur dan perjuangan NII dengan Adah Djaelani dan Abu Toto. Namun setelah keputusan tersebut, Abu Toto malah semakin menokohkan dirinya sebagai Imam bagi kelompoknya (KW9) dan menyatakan bahwa NII yang sah adalah versi dirinya. Bergerak one man show, dia melobi semua tokoh yang tadinya menjadi musuh besar NII, keluarga Cendana dan aparat orde baru.

Pada tahun 1999, Ma’had Al Zaytun diresmikan oleh Habibie yang waktu itu menjabat sebagai presiden RI. Semenjak itu banyak dari pejabat RI dan mantan petinggi orde baru datang serta menyumbangkan dananya untuk pembangunan. Untuk lebih mempermanis hubungan, Abu Toto yang berganti nama menjadi Syaikh Al Ma’had AS. Panji Gumilang. Untuk memberi kehormatan kepada para pejabat dan penyumbang dana, nama mereka dijadikan nama bangunan yang berdiri. Contoh; stadion sepak bola Palagan Agung dari nama Agung Laksono, gedung Al Akbar untuk Akbar Tanjung, gedung H.M. Soeharto yang diresmikan Tutut dan gedung H. Ahmad Soekarno untuk menghormati Megawati yang waktu itu menjabat sebagai presiden. Peresmian gedung Ahmad Soekarno diresmikan oleh AM Hendropriyono yang ketika itu masih menjabat sebagai kepala BIN mewakili Megawati. Dalam pidatonya, Hendro menyatakan pembelaanya kepada Al Zaytun dan Abu Toto serta mengancam orang yang anti padanya.

Ketika pemilihan umum tahun 1999, aparat Fungsional NII KW9 Abu Toto melaksanakan pemilu di Ma’had Al Zaytun dan diwajibkan untuk memilih Golkar. Dan ketika pemilu tahun 2004, seluruh umatnya diwajibkan memilih Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan R. Hartono dan Tutut. Sedangkan untuk pemilihan presiden, Abu Toto mengerahkan 4000 aparat fungsional dan 9.000 aparat Teritorialnya untuk mencoblos di Ma’had Al Zaytun. Hasilnya, hampir genap 13.000 orang memilih pasangan Wiranto-Solahudin Wahid. Sebelum ada Al Zaytun, NII paling anti dengan partai. Namun ketika Abu Toto memimpin, semuanya menjadi terbalik. Pada pemilu baru-baru ini, Panji menerima pinangan partai Republikan dan memerintahkan lima kader terbaik mereka untuk ikut dalam ajang pemilu legislatif. Seluruh jamaah dikerahkan untuk memilih lima caleg mereka di lima dapil. Termasuk mobilisasi jamaah di dapil tangerang untuk memenangkan anaknya, Imam Prawoto, dengan menggunakan formulir A5. Tapi apa lacur, politik praktisnya menemui kegagalan. Sayangnya, jamaahnya dicekoki pemahaman bahwa yang dilakukannya adalah kebenaran, suatu jalan untuk mendapatkan kekuasaan yang didambakan untuk menuju futuh tahun 2009.

Kini, untuk lebih mengamankan posisinya di mata umum yang dipojokkan oleh berita miring padanya sebagai tokoh radikal, Abu Toto merapat ke tokoh-tokoh pluralis. Selain untuk memoderatkan dirinya, lobi dengan tokoh-tokoh tersebut juga digunakan sebagai media sosialisasinya untuk meluaskan Al Zaytun sebagai salah satu institusi pendidikan modern yang diperhitungkan. Terakhir dia bekerjasama dengan beberapa gereja katolik untuk membangun gedung kalimatun sawa (kalimat yang sama) yang diperuntukkan bagi santri non Islam untuk belajar di Ma’had Al Zaytun. Abu Toto ingin menunjukkan moto lembaga pendidikannya, pusat pendidikan dan pusat pengembangan budaya toleransi dan budaya perdamaian. Sikap pluralisnya ini didapatkan setelah berhubungan dengan tokoh seperti Azyumardi Azra dan Nurcholish Madjid. Selain itu, pendekatan dalam bentuk wacana dan ideologi juga dikembangkan ke berbagai tokoh kristen, seperti Magnus Suseno.



Doktrin Mabadiuts Tsalasah dan Dampaknya
Sejak dihasilkannya doktrin Mabadiuts Tsalasah oleh Abu Karim Hasan, pelaksanaannya ketika era Abu Toto mengalami polarisasi yang meluas. Tauhid Rububiyah-Mulkiyah-Uluhiyah (RMU) menjadi satu-satunya bentuk legitimasi terhadap terjemahan aksi lanjutan. RMU diartikan sebagai Negara yang dirujuk dari surat Ibrahim 24-25. Negara menjadi representasi Tuhan di muka bumi. Sehingga apapun yang diperintahkan negara merupakan ibadah. Diikat dengan 9 poin bai’at, jamaah tidak bisa berfikir lebih dari ketaatan kepada negara. Akhirnya, mereka menjadikan negara sebagai berhala sesembahan.

Diawali dengan konsep tersebut, penafsiran yang dikaitkan dengan negara, birokrasi, pemerintahan dan sunnah Rasulullah disesuaikan dengan kategori jamaah masing-masing. Jadi, setiap mas’ul (pemimpin) memiliki hak untuk berimprovisasi untuk meyakinkan jamaahnya demi tercapainya program-program yang dicanangkan oleh NII KW9. Yang jelas, penanaman nilai yang dilakukan kepada jamaahnya berorientasi pada pemahaman bahwa negara Islam adalah satu-satunya institusi yang diridhoi Allah, lain tidak. Otomatis, selain apa yang mereka pahami adalah batil dan orang-orang yang belum berhijrah menjadi warga negara NII KW9 adalah kafir. Termasuk orang tuanya sendiri.

Ketika pemahaman ini sudah mengakar, berlanjut kepada pengorbanan setiap warga negaranya. Jihad merupakan caranya. Jihad menurut penafsiran mereka dilakukan dengan amwal yang diartikan membiayai kebutuhan negara dan anfus yang berarti merekrut orang untuk menjadi jamaah. Kedua hal ini yang setiap hari akan merasuki pikiran setiap jamaahnya. Agar tidak terkontaminasi dengan pemikiran lain, setiap jamaah tidak boleh membaca buku, majalah, koran atau apapun yang mendiskreditkan NII KW9 atau Al Zaytun. Atau mendengarkan orang yang sudah keluar dari kelompoknya. Cara lain untuk menetapkan pikiran jamaah tetap pada doktrin negara adalah pola hubungan komunikasi tidak terputus. Maksudnya, kemana saja mereka pergi dan siapa saja yang ditemui harus selalu lapor dan terkontrol. Sehingga, setiap jamaah yang masuk semerta-merta menjadi orang yang sangat sibuk, karena telpon genggamnya tak berhenti berdering.

Sesuai dengan sistem pemerintahan pada umumnya, NII KW9 memiliki sistem pemerintahan bayangan yang serupa dengan RI. Struktur pemerintahan dari tingkat Kelurahan sampai Presiden sudah tertata rapi. Sehingga bagi jamaah yang sudah tertanam tauhid RMU semakin menemukan dirinya dalam suasana kenegaraan, walaupun kantor kelurahannya baru kontrakan ke kontrakan. Seluruh aktifitas jamaah dibingkai dalam birokrasi negara. Dari izin keluar kota, izin nikah, izin menebus dosa sampai setoran infaq diatur dalam koridor kenegaraan yang hirarkis dan penuh dengan paper work administratif. Suasana inilah yang meninggikan mental mereka dan seakan membedakan mereka dari kelompok Islam lain yang dianggap hizbiyyah. Memerangi negara harus dengan negara menurut mereka.

Komunitas baru yang ditemukan di setiap tingkatan, terutama tingkatan kelurahan yang menjadi tempat berkumpulnya para jamaah, membuat keterikatan baru yang lebih kuat dari keluarga sekalipun. Ideologi yang dilegitimasi dengan ayat Al Qur’an, tak terbantahkan dengan rintangan yang akan menghalanginya. Kerap kali, pekerjaan, pendidikan dan keluarga akan mudah dikesampingkan bilamana menjadi penghalang dalam jihadnya. Sehingga banyak ditemui mahasiswa yang tiba-tiba sering bolos, cuti dan drop out, juga karyawan tak bergaji karena dimakan infaq setelah masuk gerakan ini, termasuk para anggotanya yang bekerja sebagai tkw diluar negeri. Bahkan, para jamaah berubah menjadi orang yang berbeda. Menjadi misterius dan serba rahasia, kadang berbohong menjadi kebiasaan untuk menutupi aktifitas bayangannya. Karena terbiasa berbohong, mereka tidak pernah merasa bersalah atas apa yang dilakukannya terhadap orang diluar kelompoknya. Menurut penafsiran mereka, identitas NII KW9 maupun dirinya sebagai jamaah adalah aurat, jadi haram untuk dibuka atau diperlihatkan kepada bukan muhrim (kalangan mereka saja). Maka, tidak ada jamaah NII KW9 yang pernah mengakui dirinya anggota. Kalaupun terbukti keterlibatannya, mereka akan tetap berkelit dengan berbagai macam alasan.

Termasuk dalam merekrut jamaah baru maupun dalam pencarian dana, cara yang dilakukan penuh dengan trik dan kebohongan. Untuk perekrutan, intinya, bagaimana seseorang bisa tertarik untuk dibawa ke markasnya dan dibina. Sedangkan untuk dana, dimaksimalkan untuk memenuhi target, terlepas dari cara mendapatkannya. Cara-cara ini yang kini merebak dimana-mana. Dari hal yang sifatnya memaksa sampai yang halus. Dari mengelabui orang tua untuk mendapatkan dana sampai hutang dan pencurian.

Untuk melegitimasi perjuangan atas nama negara, ayat-ayat Al Qur’an dan ketentuan pasti Islam ditafsir ulang dan dirubah maknanya. Semuanya seakan dipaksakan untuk menyamakan kondisi kontekstual perjuangan mereka dalam bernegara. Rukun Islam misalnya, pada poin pertama, syahadat diartikan bahwa tiada negara selain NII dan Muhammad (setiap jamaah KW9) pembawa risalah negara. Poin kedua, Shalat ditafsirkan menjadi dua bentuk, shalat ritual yang lima waktu dan shalat universal atau shalat aktifitas, yaitu menjalankan program negara dalam mencari rekrutan baru dan mengumpulkan dana. Sehingga, bila shalat universal menyita waktu, shalat ritual boleh ditinggalkan. Sedangkan untuk Shaum, ditafsirkan sebagai menahan diri dari materi. Maksudnya pengorbanan untuk negara diutamakan daripada kepentingan pribadi. Sementara untuk Shaum Ramadhan sendiri, ketentuanya diatur oleh negara. Berbeda dengan shaum pada umumnya yang sahur sebelum subuh dan ifthor sesudah maghrib, shaum mereka waktunya ditentukan oleh negaranya. Contoh, tahun 2001-2008, shaum mereka mulai pukul 6 pagi dan ifthor pada pukul 18 sore terlepas dari subuh dan maghrib. Untuk Zakat, mereka menafsirkan bahwa zakat senilai Rp 50.000/ orang atau senilai dengan satu gantang kurma. Mereka juga merubah kata zakat menjadi harakah Ramadhan. Dan yang terakhir dalam rukun Islam adalah haji. Bagi mereka, haji adalah pertemuan duta-duta NII KW9 dari seluruh Indonesia di Ma’had Al Zaytun. Puncak pelaksanaan haji pada tanggal 1 Muharam setiap tahunnya.

Penjelasan penafsiran diatas, hanya sebagian kecil yang berlaku dan berkembang didalam kalangan NII KW9. Karena setiap jamaah bisa menafsirkan Al Qur’an sendiri, maka perluasan penyimpangan semakin marak dan semakin tak terarah. Kalau dilihat dengan seksama, doktrin yang bergulir sangat kondisional, cenderung berubah mengikuti arus dan tren. Tergantung dengan cara yang mana seseorang bisa diyakinkan. Pemahaman keislaman yang dimiliki mereka rata-rata rendah. Namun, tekhnis penyampaiannya yang sangat menarik dan pola rekrutmen yang terorganisir dengan baik membuat orang terbuai didalamnya. Kebanyakan dari mereka yang direkrut adalah yang sedikit memiliki pemahaman agama dan bagi mereka yang sudah banyak “terbelit” dosa. Penyampaian yang menggugah dan vonis keagamaan yang “menyadarkan” akan menjadi kekuatan mereka untuk bergabung sebagai cara lain mendapatkan pencerahan religi. Penafsiran yang meninggikan dirinya dan pembentukan superioritas golongan, menutupi jalan kebenaran yang sebenarnya ingin mereka raih pada awalnya. Namun sayangnya, keawaman agama mereka menjadi semangat yang sekaligus menjadi pembenaran membabi buta terhadap NII KW9.

Setiap jamaah yang ada didalam kelompok ini adalah korban. Korban atas ketidaktauannya. Mereka sadar apa yang dilakukan, tapi tidak sadar itu semua berdasarkan doktrin yang salah. Doktrin yang harus diterima atas nama Tuhan dan kebenaran tanpa harus mempunyai perbandingan. Kebebasannya tercerabut, nalarnya tersendat dan fikirnya terpaku. Mereka terpaksa menerima kenyataan yang pahit sebagai pengorbanan dalam perjuangan. Tidak ada ketenangan dalam berislam yang mereka rasakan, kecuali kegelisahan dan ketakutan akan momok target yang harus dipenuhi.



Perkembangan Terakhir NII

Pasca penindakan jaringan NII KW9 wilayah Jawa Barat oleh Polda Jabar yang berhasil menangkap pentolan-pentolannya, gerakan NII di wilayah Jawa Barat Selatan—dalam struktur NII meliputi Bogor, Bandung, Garut dan sekitarnya—untuk sementara waktu menghentikan aktifitasnya, terutama untuk perekrutan anggota baru. Keputusan tersebut berlaku otomatis dalam gerakan ini di setiap kasus besar yang dapat berimbas pada pengungkapan jaringan secara luas. Namun, penghentian aktifitas untuk kegiatan yang terpusat, seperti baiat, tahkim, tartib dan pernikahan, bukan berarti menghentikan aktifitas serupa di kalangan bawah. Pasalnya, yang tersentuh oleh aparat berwenang hanya pucuk-pucuk pimpinannya saja yang dengan mudah segera digantikan posisinya oleh kader-kader yang ada. Sehingga, proses pelaksanaan program-program mereka dapat terus dilaksanakan walaupun lambat. Seperti halnya perekrutan dan pengumpulan dana di tingkatan jamaah dan desa terus berjalan dengan supervisi tetap dari tingkatan kecamatan dan kabupatennya, hanya saja proses ke wilayah masih menunggu perintah dari sang Imam.

Dampak secara khusus bagi NII KW9 untuk kasus penindakan tersebut bersifat lokal. Maksudnya, hanya kalangan anggota NII KW9 di wilayah Jawa Barat Selatan saja yang merasakan imbasnya. Sementara wilayah lain yang aktif, seperti Jawa Barat Utara, Jakarta Raya, Jawa Tengah serta Jawa Timur sama sekali tidak berdampak, apalagi tingkatan tertinggi dalam struktur NII KW9 yang berpusat di Ma’had Al Zaytun, Indramayu. Sebagai contoh, acara bersepeda keliling Jawa-Madura yang digagas Panji Gumilang untuk mengkampanyekan hidup sehat ala Al Zaytun tetap berlangsung. Padahal yang menjadi pesertanya adalah pucuk-pucuk pimpinan NII KW9 dari semua wilayah yang aktif, termasuk Jawa Barat. Bila mereka menganggap tindakan polisi di Jawa Barat sebuah hal serius, tentu mengekspos para petinggi NII KW9 ke muka umum merupakan langkah yang sangat beresiko tinggi, mengingat yang muncul adalah aktivis yang bergerak aktif di bawah tanah dan masuk dalam target operasi di kepolisian.

Dampak secara umum dari penindakan di Jabar hanya menjadi berita duka namun menguatkan. Menjadi berita duka karena para ikhwan sejawatnya tertangkap, namun menjadi penguat lantaran tindakan yang parsial menyebabkan semua jaringan merubah posisi lokasi dan strategi untuk mengelabui aparat. Contohnya di Jawa Barat Utara. Data terlengkap dalam operasi yang dilakukan kepolisian berasal dari jaringan ini. Semua data jamaah dan petinggi NII KW9 beserta alamatnya terdata, hingga kantor pusatnya yang ada di Cirebon beserta isi dan jenis kegiatannya lengkap terpantau. Namun dengan penindakan di Jawa Barat Selatan, semua tempat yang digunakan sebagai kantor di Jawa Barat Utara bergeser dengan cepat sehingga sulit bagi kami untuk melacaknya kembali.

Lain lagi di Jakarta. Gerakan di Jakarta merupakan jaringan yang paling banyak di tindak. Yang berarti tingkat resistensinya terhadap masalah semakin tinggi, begitu juga dengan langkah-langkah antisipasinya yang semakin sulit untuk dibaca. Lihat saja pola perekrutan mereka yang sekarang berpindah dari kontrakan ke kontrakan menjadi dari mal ke mal. Bahkan untuk merekrut satu orang saja dirancang sebuah skenario yang sangat sistematis dengan pembagian peran berbeda bagi 3-4 anggota aktif untuk mengelabui serta menghilangkan kecurigaan bagi korban barunya. Belum lagi pola pengumpulan dana yang menggunakan pola penipuan, pemilihan target serta perangkat yang digunakan sangat selektif dan tidak terlacak. Pengalaman mereka memperlihatkan bahwa model pencurian dan penipuan kepada orang yang tidak dikenal banyak menimbulkan kegagalan dan berakhir dengan penindakan dari pihak kepolisian, lebih buruk lagi nama organisasi mereka muncul sebagai latar belakang perbuatan. Maka penipuan dan pencurian kepada orang-orang terdekat, seperti teman dan keluarga, menjadi fokus pencarian dana, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Sedangkan bagi para buruh, penggunaan kotak amal serta permintaan shadaqah atas nama anak yatim dan pesantren fiktif menjadi modus yang sedang tren dikalangan NII KW9 hari ini, bahkan di Jakarta. Bukan tanpa alasan, NII KW9 di wilayah Jawa Tengah telah melakukan modus ini dan mampu menurunkan 3000 aktivisnya setiap hari dari Semarang hingga Yogyakarta berbekal proposal dan amplop amal dengan nama yayasan yang dibuat sendiri. Hasilnya, 1.3 Milyar terkumpul setiap bulannya untuk disetorkan ke Ma’had Al Zaytun. Pendapatan tersebut diluar dana-dana pungutan lain yang harus dipenuhi setiap jamaahnya.

Secara nominal, jumlah anggota terbanyak adalah di Jakarta yang kini memiliki umat real sebanyak 151.000 orang (data Agustus 2007). Ditempat kedua adalah Jawa Barat Selatan dengan 17.000 orang. Tingkat pertumbuhan sangat tinggi di dua wilayah ini karena tempat perekrutan akhir—baiat oleh tingkatan Gubernur NII—hanya bisa dilakukan di dua tempat, yaitu Jakarta dan Bandung. Namun untuk perekrutan secara umum berjalan aktif di Jawa dan secara acak di seluruh Indonesia.

Di Bandung memang belum ada lagi baiat wilayah sejak penangkapan para aktivisnya. Tapi tinggal menunggu waktu saja sebelum aktivitas mereka dimulai kembali mengingat kepala gubernurnya belum tertangkap sehingga arah kebijakan masih berjalan dari pusat kebawah dengan baik. Apalagi yang tertangkap hanya satu jaringan saja sementara mereka memiliki ratusan kabupaten dan kecamatan aktif yang berisi ribuan aktivisnya. Terlebih, target program perekrutan dan pendanaan akan terus digalakkan untuk membangun Ma’had Al Zaytun.

Di Jakarta, pembaiatan wilayah tidak pernah berhenti. Setiap hari di dua tempat diadakan pembaiatan, satu tempat pembinaan keaparatan dan satu lagi untuk pernikahan serta pengakuan dosa. Seluruh kegiatan se-Jawa kini terpusat di Jakarta, termasuk pembaiatan anggota baru yang berasal dari Jawa Barat Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Malaysia serta daerah lain di Indonesia. Minimal 40 orang dibaiat setiap harinya untuk kemudian tersebar di seantero negeri demi menyebarkan doktrin NII.

Untuk mengamankan pemasukan dan perekrutan serta memunculkan tokoh-tokohnya ke permukaaan, NII Jakarta mengambil langkah untuk membuat sentra-sentra ekonomi. Diantaranya adalah:

Koperasi Jaya Kerta Sejahtera yang beralamat di Ruko no.14B Teluk Betung, Bintaro.
Daun Production yang berada di Bintaro.
Ka-Ki Enterprise, Radio Dalam. Daun dan Ka-ki merupakan event organizer yang membuat acara untuk kalangan luar maupun dalam kelompok mereka. Kedua EO itu juga digunakan sebagai media perekrutan artis dan eksekutif muda. Bahkan kini sudah masuk Laotze Mangga Dua dan telah merekrut beberapa muallaf China.
Baso Pa’un 9 di Aneka Buana Cirendeu.
Kampung 99, Meruyung, Cinere. Memiliki luas tanah sebesar 5 ha, digunakan untuk perumahan dan disewakan juga untuk umum. Perluasan tempat ini sedang digalakkan oleh NII Daerah Jakarta Selatan.
Usaha lain yang dilakukan massal dan meruapakan produk Al Zaytun adalah susu sehat (kini masih dalam proses pematangan) dan penjualan sepeda bermerk giant yang bekerjasama dengan Cina.
Majalah Al Zaytun. Majalah untuk kalangan sendiri yang wajib di beli oleh anggota NII.
Majalah Berita Indonesia. Majalah yang dimunculkan keluar sebagai bentuk pencitraan Panji Gumilang sebagai tokoh nasional.
Mengikuti langkah yang diambil Jakarta Selatan, NII daerah Jakarta Timur dan lainnya juga melakukan hal yang sama dengan membentuk sentra-sentra ekonomi, termasuk di Yogyakarta. Perlahan tapi pasti, terlepas dari segala tekanan yang ada, gerakan ini tetap berjalan tanpa henti. Berbagai cara sedang dan akan dilakukan untuk meluaskan pengaruhnya, bukan hanya kepada anggotanya tetapi kepada masyarakat umum di negara ini. Hingga kini, paling tidak ada tiga kelompok kekuatan yang telah mereka miliki dan siap mendukung mereka, yaitu:

Kekuatan Inti. Adalah anggota dan aparat NII yang secara aktif hingga kini berjalan diatas ideologi dan komando yang ada. Jumlahnya berkisar 250-400 ribu orang.
Kekuatan Pendukung. Adalah kelompok yang digalang atas nama Al Zaytun lewat Koordinator Wilayah Yayasan Pesantren Indonesia di 33 propinsi di Indonesia, seperti santri non NII, wali santri serta para aktivis NII yang pasif namun masih tetap meyakini NII. Kebanyakan dari para aktivis pasif menunggu perkembangan politik yang ada. Jumlah kelompok ini lebih besar dari kekuatan inti.
Kekuatan Tambahan. Adalah simpatisan yang tumbuh dari sosialisasi tentang pendidikan di Ma’had Al Zaytun (tanpa embel-embel NII) yang terdiri dari birokrasi, pejabat yang pernah datang ke Al Zaytun, pengusaha yang memiliki kepentingan dengan Al Zaytun serta lembaga-lembaga pendidikan nasional dan internasional yang bekerjasama dengan Al Zaytun. Untuk partai politik, Panji Gumilang kini merapat dibawah naungan Republikan dan menempatkan lima kadernya menjadi caleg di lima dapil di Jawa..
Tahun 2009, aktivitas NII semakin gencar karena merupakan program akhir Program Lima Tahunan NII yang memiliki sasaran untuk melaksanakan hukum Islam secara intern dan ekstern serta munculnya NII sebagai kekuatan yang menggulingkan Republik Indonesia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebuah kemustahilan bila NII secara umum dapat dihentikan dengan tindakan kecil seperti di Bandung maupun tayangan investigasi di TV One dan Metro TV. Mereka akan terus bergerak, sekarang, esok dan seterusnya hingga ada tindakan tegas secara massal dan menyeluruh dari pihak berwenang dan umat Islam untuk menghentikannya. Dicky Cokro ( NCC )


sumber : www.nii-crisis-center.com


Dikirim pada 06 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


Add Facebook Anti NII KW9
sovie_alzaytun@yahoo.com
deva_moeslimah@yahoo.com
khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id
sovie_gumilang@yahoo.com
panji_gumilangn11@yahoo.com
moeslimahsmile@yahoo.com
smilemoeslimah@yahoo.com
setiawan_ken@yahoo.com

Dikirim pada 02 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


Add Facebook Anti NII KW9
sovie_alzaytun@yahoo.com
deva_moeslimah@yahoo.com
khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id
sovie_gumilang@yahoo.com
panji_gumilangn11@yahoo.com
moeslimahsmile@yahoo.com
smilemoeslimah@yahoo.com
setiawan_ken@yahoo.com

Dikirim pada 02 Mei 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


Add Facebook Anti NII KW9

sovie_alzaytun@yahoo.com
deva_moeslimah@yahoo.com
khoirunissa_alzaytun@yahoo.co.id

sovie_gumilang@yahoo.com
panji_gumilangn11@yahoo.com
moeslimahsmile@yahoo.com
smilemoeslimah@yahoo.com
setiawan_ken@yahoo.com

Dikirim pada 02 Mei 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


RINTIHAN DI BALIK MAY DAY (HARI BURUH INTERNASIONAL) MA’HAD AL ZAYTUN - MESIN PENINDAS MADE IN THOGUT
1 Mei 2009
HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Ada yang berteriak, tertawa & menangis tapi tak sedikit yang berdiam diri
Kami ingin kesejahteraan yang cuma dijanjikan
Kami ingin lepas dari penindasan atas nama pembangunan & karya nyata
kami ingin merdeka dari eksploitasi penguasa & pengusaha pro kapitalis
Kami ingin UMR dan Jamsostek yang pantas bukan untuk ditindas

HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Tapi mereka tidak sendirian, buktinya mereka masih tertawa
Karena ratusan mata kamera wartawan mengepung sambil membidik
Bahkan ada yang LIVE menyuarakan penderitaan mereka
Sorenyapun semua Televisi menyiarkan nasib buruh kita
Keesokan pagi jutaan eksemplar koran menyebarkan tangis pilu mereka
Mereka masih beruntung dan harusnya bersyukur masih ada yang PEDULI

HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Mereka yang meninggalkan kuliahnya karena harus mengejar setoran
Mereka yang ‘menghilangkan diri’ tapi orangtuanya panik ‘anaknya hilang’
Mereka yang daftar gajinya ada ditangan INTEL, tapi jauh dibawah UMR
Mereka dari Bupati, Camat, Lurah & Stafnya digaji ala kadarnya
Mereka yang gajinya ‘gak pernah diambil’ karena dipotong setoran
Mereka yang pura-pura jadi karyawan, bersafari rekrut sana - rekrut sini
Mereka layaknya ROMUSHA dizaman kolonialisme Jepang
Mereka katanya ikhlas membela idealismenya untuk sebuah cita ‘FUTUH’

HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Tapi Buruh yang SATU ini BISU kebanyakan di Baiat & Tilawah
Buruh yang SATU ini TELAH HILANG HAK-HAK KEMANUSIAANNYA
Walau Pabriknya Al Zaytun sudah SEKARAT NYARIS BANGKRUT tetap tak mengusik akal sesatnya
REALITAS KEGAGALAN BISNIS - Terhibur oleh IDEALISME YANG PUDAR
Jangankan UMR, Jamsostek dan Bonus, gak FULL Setoran dihitung HUTANG
Cape Deh ! Tapi inilah Perjuangan membela Berhala bernama AL ZAYTUN
Disana 4700 eksponen & karyawan HIDUP SEGAN MATI TAK MAU
Sudah banyak yang teriak, tapi media masa mana yang mau dengar
Sudah banyak yang kabur, yah memang dikondisikan demikian
Sudah banyak yang berontak, GARDA & TIBMARA fakta tak terbantahkan

HARI INI Jakarta dikepung kaum buruh,
Mereka masih sangat beruntung, dibanding puluhan ribu BURUH NII KW9
Mereka masih bisa berteriak, dibanding warga NII yang membeli PENIPU
Mereka masih ada UMR, dibanding harus dikejar setoran INFAQ
Mereka masih dapat pesangon, dibanding buruh-buruh NII Al zaytun yang habis manis sepah dibuang (kalo ‘Kaslan’ / murtad dari KW9)

TAPI MEREKA ADALAH SAUDARA KITA JUGA
WALAU MUI, ORMAS ISLAM & ULAMA TAK PEDULIKAN PENDERITAANNYA
PENDERITAAN MEREKA, PENDERITAAN KITA JUGA
CITA-CITA MEREKA, CITA-CITA KITA JUGA
TANGIS MEREKA, TANGIS KITA SEMUA YANG PEDULI

TINGGALKAN BERHALA YANG BERNAMA MA’HAD AL ZAYTUN
TINGGALKAN PENINDASAN - TAPI TETAP TEGUHKAN CITA-CITA
JANGAN BIARKAN …

Pemerhati Kaum Tertindas



Dikirim pada 02 Mei 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


Anda tahu Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo? Dalam sejarah Republik Indonesia, SM Kartosoewirjo (atau ada juga yang menyingkatnya sebagai SMK) dikenal sebagai pemberontak negara karena memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada 7 Agustus 1949. Akhir hidupnya juga tragis, mati di hadapan regu tembak. Oleh karena itu, sampai saat ini orang lebih mengenalnya sebagai pemberontak. Padahal pada masa perjuangan kemerdekaan Kartosoewirjo adalah seorang aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik. Ia juga merupakan anak didik sekaligus sekretaris Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pentolan Sjarikat Islam.
Kartosoewirjo lahir di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada 7 Januari 1907. Ayahnya, Kartosoewirjo, berkedudukan sebagai Mantri candu di Pamotan, sebuah kota kecil di Rembang. Sebuah kedudukan penting bagi seorang pribumi di masa itu. Jabatan ayahnya ini membuat Kartosoewirjo kecil berkesempatan mengenyam pendidikan di HIS (Hollandsch-Inlandsche School) dan kemudian melanjutkan ke ELS (Europeesche Lagere School), dua sekolah elit khusus bagi anak Eropa dan indo-Eropa. Setamat dari ELS pada tahun 1923, Kartosoewirjo melanjutkan pendidikannya di Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS), sekolah kedokteran Belanda untuk pribumi di Surabaya.

Semasa kuliah di Surabaya inilah Kartosoewirjo banyak terlibat dalam organisasi pergerakan nasional seperti Jong Java dan Jong Islamieten Bond (JIB), dua organisasi pemuda yang berperan penting dalam Sumpah Pemuda 1928. Selain itu ia juga masuk Sjarikat Islam (SI) dan banyak dipengaruhi oleh pemikiran politik HOS Tjokroaminoto yang sangat mengangan-angankan berdirinya sebuah baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur (negeri yang makmur dan diridhoi Allah SWT). Ketika Sjarikat Islam berubah menjadi Partai Sjarikat Islam Hindia Timur (PSIHT), Kartosoewirjo dipercaya memegang jabatan sekretaris jenderal. Saat itu usianya masih sangat muda, baru 22 tahun.
Kartosoewirjo amat kritis. Ia banyak menulis kritikan baik bagi penguasa pribumi maupun pemerintah kolonial di Harian Fadjar Asia, surat kabar tempatnya bekerja sebagai wartawan dan beberapa saat kemudian diangkat sebagai redaktur. Ketika Jepang menguasai Hindia Timur, seluruh organisasi pergerakan dibubarkan. Jepang hanya memperbolehkan beberapa organisasi yang dianggap tidak membahayakan kedudukan Jepang. Oleh karena itu PSIHT dibubarkan dan berganti menjadi Madjlis Islam ‘Alaa Indonesia (MIAI) pimpinan Wondoamiseno. Kala itu Kartosoewirjo menjabat sebagai sektretaris Majelis Baitul-Mal, organisasi di bawah MIAI.

Ketika Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sebuah sumber menyatakan bahwa sebenarnya Kartosoewirjo sudah terlebih dahulu memproklamirkan kemerdekaan sebuah negara Islam. Namun atas pertimbangan kebangsaan dan kesatuan ia mencabut kembali proklamasi tersebut dan bersedia turut menegakkan Republik Indonesia dengan syarat umat Islam Indonesia diberi kesempatan untuk menjalankan syariat Islam. Hal ini sebagaimana tercantum dalam sila pertama Piagam Jakarta yang kemudian dihapus sehingga hanya menyisakan kalimat “Ketuhanan yang Maha Esa” saja.

Penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta tersebut merupakan awal retaknya hubungan Kartosoewirjo dan Soekarno, teman seperguruannya semasa masih dididik oleh HOS Tjokroaminoto. Keduanya memang menunjukkan sikap dan prinsip politik berbeda. Kartosoewirjo adalah seorang muslim taat yang mencita-citakan berdirinya negara berdasarkan syariat Islam, sedangkan Soekarno nasionalis sekuler yang lebih mementingkan persatuan dan kesatuan Indonesia dengan Pancasila-nya. Hal ini membuat Kartosoewirjo selalu berseberangan dengan pemerintah RI. Ia bahkan menolak jabatan menteri yang ditawarkan Perdana Menteri Amir Sjarifuddin.

Ketika wilayah Republik Indonesia hanya tinggal Yogyakarta dan beberapa karesidenan di Jawa Tengah sebagai hasil kesepakatan dalam Perjanjian Renville, Kartosoewirjo melihat peluang untuk mendirikan negara Islam yang dicita-citakannya. Maka iapun memprokamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Malangbong, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 7 Agustus 1949. Jawa Barat waktu itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Belanda, sehingga klaim sejarah yang menyatakan bahwa Kartosoewirjo merupakan pemberontak Republik Indonesia seharusnya dipelajari kembali.

27 Desember 1949 pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS) dibentuk sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Dalam negara federasi yang diakui kedaulatannya oleh Kerajaan Belanda itu, Republik Indonesia di Yogyakarta merupakan salah satu dari 16 negara federal anggota RIS. Soekarno terpilih sebagai presiden RIS, sedangkan jabatan presiden RI diserahkan pada Mr. Asa’at. Terbentuknya RIS secara otomatis membenturkan NII dengan RIS karena Negara Pasundan bentukan Belanda yang menguasai wilayah Jawa Barat merupakan anggota federasi RIS. Konfrontasi memperebutkan Jawa Baratpun meletus. RIS merasa berhak atas Jawa Barat berdasarkan hasil KMB, sedangkan NII bersikeras mereka lebih berhak karena telah lebih dulu memproklamasikan diri sebelum dibentuknya Negara Pasundan dan RIS.

Perang NII-RIS berlangsung selama 13 tahun. Dalam masa 13 tahun itu RIS berubah bentuk menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Pasundan menjadi provinsi Jawa Barat. Hal ini membuat NII semakin terpojok karena dengan bentuk baru RIS tersebut NII seperti negara dalam negara. Pada akhirnya tentara NKRI berhasil menghabisi perlawanan NII, ditandai dengan tertangkapnya SM Kartosoewirjo selaku Imam Besar (presiden) NII di wilayah Gunung Geber pada 4 Juni 1962. Mahkamah militer menyatakan Kartosoewirjo bersalah dan menjatuhkan hukuman mati. Mantan aktivis, jurnalis, sekaligus ulama kharismatik itupun menghembuskan napas terakhirnya di depan regu tembak NKRI pada September 1962.

Matinya Kartosoewirjo tidak membuat pemikiran politiknya ikut mati. Sampai saat ini masih banyak pengikut ideologi Kartosoewirjo yang bercita-cita kembali mewujudkan NII menggantikan RI, serta menegakkan syariat Islam di bumi Indonesia.

Namun sangat disayangkan akhir-akhir ini, nama NII hanya dijadikan proyek politik guna kepentingan kelompok tertentu yang akhirnya menelen korban dari kalangan jamaah yang rata rata dari kalangan generasi muda yang sedang semangat semangatnya menegakan syariat islam. Banyak sekali yang mengaku ngaku penerus generasi yang mengatas namakan NII KARTOSUWIRYO padahal sepak terjangnya jauh sekali dari beliau, ini mengakibatkan citra dari NII itu sendiri semakin buruk. Diantaranya adalah NII ALZYATUN yang berpusat di indramayu jawa barat, masayarakat hendaknya waspada jika ada yang mensosialisasikan apapun tentang propaganda yang dilakukan alzaytun beserta group.

Dikirim pada 24 April 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
Kami atas nama SIKAT (Solidaritas Umat Islam untuk Keluarga Besar Korban Gerakat sesat-Makar NII KW9-al Zaytun/Abu Toto) menyampaikan maklumat, sbb :
1. Setiap klien/pelapor/keluarga korban diharapkan tidak mengambil TINDAKAN APAPUN terhadap korban (jama’ah NII) menunggu petunjuk (Protap) sebagaimana terlampir dalam Flowchart ;
2. Setiap klien/pelapor/keluarga korban untuk tidak melibatkan aparat kepolisian, kecuali anggota TNI/Militer masih bisa dikordinasikan ;
3. Setiap klien/pelapor/keluarga korban tanpa reserve harus mengisi lembar kesepakatan & kesepahaman dalam penanganan kasus ;
4. Setiap klien/pelapor/keluarga korban bersedia untuk menyelamatkan korban tanpa rasa takut dan siap untuk menggugat pihak-pihak yang bertanggungjawab atas korban (SIAP MELAWAN) ;
5. Setiap klien/pelapor/keluarga korban harus mentaati aturan dan petunjuk (resep) yang direkomendasikan Tim SIKAT, tanpa kecuali ;
6. Setiap pelanggaran hal-hal diatas, kami menyampaikan penyesalan untuk tidak bertanggungjawab terhadap korban.
7. Segala pengaduan diluar Tim SIKAT dapat disampaikan kepada :
a. Kantor MUI Pusat, Jl.Proklamasi Jakarta Pusat (dpn Tugu Proklamasi)
b. Irjen (Pol) Abu Bakar kadivhumas Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan
c. Kantor Balitbang Departemen Agama RI, Bayt Al Qur’an TMII Jakarta
d. Kantor WATINPRES (Dewan Pertimbangan Presiden) Istana Negara, Jl.Merdeka Barat Jakarta Pusat
e. Menghubungi online 112 untuk telephone telkom ( Polres setempat ) untuk HP ke 112 (Polda) masing-masing

Pengaduan yang disampaikan ke Kantor LPPI (Lembaga Penelitian & Pengkajian Islam), Jl. Tambak No.40 B Jakarta Pusat dengan sangat menyesal kami dari Tim SIKAT tidak dapat menindaklanjuti, mengingat keterbatasan dukungan LPPI dalam permasalahan ini.

Demikian maklumat ini disampaikan, agar dapat disebarluaskan.

Direktur,

Taufik Hidayat, SPd
021 95641276 - 0818824884 – 08998096569 - 085718821672

WEBSITE : www.nii-crisis-center.com

ADD FACEBOOK : sovie_alzaytun@yahoo.com



Dikirim pada 24 April 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


Kemarin pagi, saya mendapat informasi bahwa pada Sabtu, 11 April 2009, akhirnya Syaykh Al-Zaytun, YAB. Abdus Salam Rasyidi (Panji Gumilang) mengumpulkan para ‘pejabat’ NII (Negara Islam Indonesia) level wilayah (Gubernuran) bawahannya di Ma’had Al-Zaytun (MAZ) Indramayu. Mereka dikumpulkan setelah Partai RepublikaN dipastikan tidak mampu menembus batas ambang electoral threshold sebesar 2,5%. Itu artinya, kelima caleg dari NII (faksi Al-Zaytun) otomatis gagal menembus Senayan—berapapun jumlah suara yang mereka peroleh. Sang Imam mencoba membesarkan hati para pejabat bawahannya itu, yang saya peroleh dari seorang insider, intinya begini:

“Tidak perlu berkecil hati. Setidaknya, masyarakat telah mulai menerima kehadiran kita di kancah politik nasional.”





Kenyataan ini, jelas mengecewakan para jamaah NII faksi Al-Zaytun. Padahal, seluruh jamaah yang masih aktif sudah dikerahkan untuk ‘memilih’ di berbagai TPS di lima Dapil tempat kelima caleg itu dicalonkan. Bahkan, dengan persiapan hampir 7 bulan. Memang, berbagai komentar di facebook Imam Prawoto, salah satu caleg dari MAZ tersebut, para konstituen mencoba menghibur diri.



Siapa saja kelima caleg NII-MAZ yang gagal melenggang ke Senayan itu?





Imam Prawoto



Drs. Miftakh
M. Soleh Aceng, SH


dr. Dani Kadarisman



Ir. Asrurrifak








***

Beberapa kader NII faksi Al-Zaytun (NII-MAZ) yang masih aktif di dalam ’struktur organisasi bercerita kepada saya tentang geliat Al-Zaytun untuk meloloskan caleg mereka. Namun, beberapa dari mereka menyesalkan: mengapa Imam Prawoto yang ditempatkan di Dapil Tangerang, yang otomatis Dapil paling gemuk—dan berpotensi besar menjadi lumbung suara serta meloloskan putra sulung Syaykh AS. Panji Gumilang itu, jika saja Partai RepublikaN lolos electoral threshold 2,5 %. Padahal caleg Drs. Miftakh dan M. Soleh Aceng S.H. jelas jauh lebih senior dan memiliki kompetensi leadership yang tidak kalah hebat.



“Mengapa tidak kader senior, seperti para pejabat setingkat Menteri atau eselon satu lainnya, yang sudah berjuang sejak tahun 1980-an. Apakah hanya karena beliau anak Syaykh Al-Zaytun. Kok jadi KKN gitu ?” keluh seorang kader NII faksi Al-Zaytun kepada saya.

“Ah, sudahlah. Tak perlu dikeluhkan. Lagi pula, kelima kader itu tak lolos juga, bukan?” jawab saya.





Sebagai catatan, tiga dari lima orang caleg tersebut memiliki kedudukan struktural penting dalam sistem organisasi NII faksi Al-Zaytun. Mohon maaf, jika saya tak bisa mengungkapkannya di sini.







Sebagai orang yang pernah memiliki kedekatan dengan kelima caleg tersebut di atas, juga dengan Syaykh A.S. Panji Gumilang, saya mencoba mengambil ibrah (pelajaran) dari kegagalan ini sehingga muncul pertanyaan: “Mengapa tidak sejak dulu saja memutuskan mengambil jalur kepartaian dalam berpolitik, ketika organisasi NII-MAZ masih begitu kuat? Padahal ketika itu ada momen yang begitu kuat untuk membentuk sebuah partai politik–yang akhirnya momen itu diambil secara cerdas oleh PKS.







Saya masih ingat betul, sehari setelah bertemu dengan Jusuf Kalla di kediaman beliau di Jalan Dharmawangsa pada masa Pilpres putaran kedua tahun 2004 lalu, Syaykh Al-Zaytun sempat berpikir untuk membentuk partai politik. Waktu itu, saya termasuk orang yang menjawab “setuju” ketika ditanya oleh “beliau”. Entah, mengapa kemudian rencana itu urung dilakukan.



Saya juga masih ingat betul, ketika berbagai pertemuan dilangsungkan di Wisma Fairbank Senayan, antara para pimpinan MAZ dan tokoh-tokoh politik Orba seperti Harmoko, Haryono Suyono, dan beberapa tokoh lain, yang sepertinya akan bermuara pada pembentukan sebuah partai politik. Namun, lagi-lagi saya hanya bisa bertanya dalam hati: “Entah, mengapa kemudian rencana itu pun urung dilakukan?”



Jika kemudian, artikel ini muncul, semata-mata karena saya resah dengan berbagai ketidakpastian yang dikeluhkan oleh beberapa teman di dalam barisan NII-MAZ–yang sepertinya juga dialami oleh sebagian besar kader-kader NII-MAZ–akan arah perjuangan mereka. Sementara di satu sisi, pengorbanan yang diberikan sudah begitu besar. Memang, meski saya sekarang berada di luar sistem, namun saya merasa bahwa masa 15 tahun keterlibatan saya di NII-MAZ (dengan berbagai konsekwensi terhadap diri dan keluarga saya) merupakan alasan bagi saya untuk tetap berhak ikut merasa resah.



Sekian dulu informasi singkat dari saya. Selengkapnya, nantikan saja sebuah buku yang sedang saya tulis—yang sementara ini akan saya beri judul “Mozaik Hitam Putih Al-Zaytun: Belajar dari Keunggulan dan Kelemahan NII Al-Zaytun”. Semoga, jika tak ada halangan, buku tersebut akan saya rampungkan pada akhir tahun ini.







Oh ya, bagi saya, buku tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral saya kepada seluruh jamaah dan mantan jamaah NII faksi Al-Zaytun. Melalui buku itu, kelak, saya ingin meluruskan berbagai informasi menyesatkan yang terlalu menghujat dan menempatkan kawan-kawan NII faksi Al-Zaytun sebagai orang sesat, serta mendudukkan organisasi itu sebagai organisasi tanpa nilai lebih. Padahal, organisasi ini memiliki begitu banyak potensi positif, yang bermanfaat bagi kemajuan umat dan masyarakat luas.



Tapi, sebaliknya, saya juga ingin menyampaikan berbagai pergulatan internal (perpecahan, praktik KKN dan miss-orientation) yang pada akhirnya membuat organisasi ini melalui grafik menurun, setelah sempat mengalami era keemasan pada periode 1994-2002.









Bagi saya, hanya satu hal yang membuat buku itu urung terbit, yakni jika terjadi rekonsiliasi di antara para elite NII-MAZ, antara mereka yang masih aktif “di dalam” dan yang berada “di luar sistem” untuk membicarakan masa depan organisasi, termasuk pertanggungjawaban aset organisasi yang saya perkirakan menyentuh angka triliun rupiah.











(Maaf, khusus untuk posting ini, saya menutup pintu bagi diskusi dan komentar yang bersifat menghujat dan mencaci maki Ma’had Al-Zaytun dan NII-MAZ).
(Artikel ini merupakan stimulan awal dari serangkaian upaya untuk memperbaiki MAZ dari luar sistem. Jadi, mohon maaf bagi teman-temanku yang merasa “terganggu” dengan posting ini. Semoga, posting ini bermanfaat bagi organisasi MAZ yang sedang kalian perjuangkan. Bagaimanapun, MAZ adalah aset umat yang harus diselamatkan).
(Kepada Syaykh Al-Zaytun, mohon maaf jika Anda tidak berkenan dengan artikel ini. Sungguh, Anda merupakan orang yang sangat berjasa dalam pembentukan character building bagi banyak orang, termasuk diri saya).
Sumber : www.nii-crisis-center.com



Dikirim pada 15 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


PENGERAHAN JAMAAH NII AL-ZAYTUN DAN FENOMENA FORMULIR A5 ASPAL
9 April 2009
Satu hari sebelum hari H pencontrengan pemilu tahun ini, seluruh jamah NII diberbagai daerah sudah mempersiapkan diri guna ikut berpartisipasi dalam ajang demokrasi pemilu 2009. Anehnya kini para jamah NII bukan hanya nyonterng di TPS saja, akan tetapi mereka juga menempatkan saksi saksi disetiap TPS TPS yang menjadi basis kekuatan mereka. Pada hari kamis dini hari semua jamaah NII dari luar daerah pemilih ( pendatang ) yang sudah mengantongi formulir A5 asli maupun yang ASPAL ( asli tapi palsu ) berduyun duyun mendatangi TPS TPS di daerah caleg mereka, dari 5 daerah caleg yang paling menjadi sorotan adalah caleg Dapil tanggerang dan caleg Dapil bogor yang tidak lain adalah putra dari Syakh Panji Gumilang ( Presiden NII ALZAYTUN ) yaitu Imam Prawoto.

Pada hari kamis pula banyak orang tua korban NII yang mengeluh bahwa anaknya tidak pulang karena mereka harus nyontreng di dapil lain. Padahal didaerahnya sendiri dia tidak ada masalah, ada sebagian orang tua juga yang menahan anaknya untuk tidak mencontreng di dapil lain .

Mereka amat pintar dalam mengambil celah, sekiranya aparat tidak menutup mata dalam masalah ini, seabreg data semoga dapat membawa masalah ini ke tingkat pengadilan. ini harus di usut, pengerahan masa yang berlebihan dan banyak nya formulir ASPAL harus dibawa ke kengadialn, ini adalah kecurangan dan merupakan kejahatan terselubung. Anak bangsa semakin di bodohi dengan segala propaganda yang dilalukan jaringan NII AL-ZAYTUN. Jangan sampai mereka bisa melenggang ke DPR,.

Ingat !!! Korban semakin hari semakin banyak berjatuhan, apalagi jika jaringan NII ini masuk DPR dan mereka mensosialisasikan aturan dan hukum hukum supaya berpihak pada jaringan NII AL-ZAYTUN.

Kami para korban berharap kesigapan pemerintah dalam hal ini aparat yang berwenang dan semua lembaga terkait mengusut masalah ini agar korban anak bangsa tidak lagi berjatuhan.

Forum komunikasi korban NII al-zaytun dan NCC



Dikirim pada 09 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


PENGERAHAN JAMAAH NII AL-ZAYTUN DAN FENOMENA FORMULIR A5 ASPAL
9 April 2009
Satu hari sebelum hari H pencontrengan pemilu tahun ini, seluruh jamah NII diberbagai daerah sudah mempersiapkan diri guna ikut berpartisipasi dalam ajang demokrasi pemilu 2009. Anehnya kini para jamah NII bukan hanya nyonterng di TPS saja, akan tetapi mereka juga menempatkan saksi saksi disetiap TPS TPS yang menjadi basis kekuatan mereka. Pada hari kamis dini hari semua jamaah NII dari luar daerah pemilih ( pendatang ) yang sudah mengantongi formulir A5 asli maupun yang ASPAL ( asli tapi palsu ) berduyun duyun mendatangi TPS TPS di daerah caleg mereka, dari 5 daerah caleg yang paling menjadi sorotan adalah caleg Dapil tanggerang dan caleg Dapil bogor yang tidak lain adalah putra dari Syakh Panji Gumilang ( Presiden NII ALZAYTUN ) yaitu Imam Prawoto.

Pada hari kamis pula banyak orang tua korban NII yang mengeluh bahwa anaknya tidak pulang karena mereka harus nyontreng di dapil lain. Padahal didaerahnya sendiri dia tidak ada masalah, ada sebagian orang tua juga yang menahan anaknya untuk tidak mencontreng di dapil lain .

Mereka amat pintar dalam mengambil celah, sekiranya aparat tidak menutup mata dalam masalah ini, seabreg data semoga dapat membawa masalah ini ke tingkat pengadilan. ini harus di usut, pengerahan masa yang berlebihan dan banyak nya formulir ASPAL harus dibawa ke kengadialn, ini adalah kecurangan dan merupakan kejahatan terselubung. Anak bangsa semakin di bodohi dengan segala propaganda yang dilalukan jaringan NII AL-ZAYTUN. Jangan sampai mereka bisa melenggang ke DPR,.

Ingat !!! Korban semakin hari semakin banyak berjatuhan, apalagi jika jaringan NII ini masuk DPR dan mereka mensosialisasikan aturan dan hukum hukum supaya berpihak pada jaringan NII AL-ZAYTUN.

Kami para korban berharap kesigapan pemerintah dalam hal ini aparat yang berwenang dan semua lembaga terkait mengusut masalah ini agar korban anak bangsa tidak lagi berjatuhan.

Forum komunikasi korban NII al-zaytun dan NCC



Dikirim pada 09 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


Sebuah fenomena yang amat memiriskan belakangan ini, banyak sekali propaganda yang dilakukan para jamaah NIII ALAZYTUN guna menempuh target futuh atau kemenanganya..para korbannya pun tetap saja para geberasi muda yang punya semangat juang tinggi akan tegaknya syariat islam di bumi indonesia tercinta ini.

Kini mereka mulai menampakan wujudnya walaupun dengan muka yang berbeda (kedok ), namun anehnya mereka berkonspirasi dengan orang yang dianggap kafir ( RI ). Salah satunya adalah dengan kedok yayasan fakir miskin atau yatim piatu yang tersebar diseluruh nusantara, mereka mencari mangsa di tempat tempat keramaian, misalnya DENGAN PROPOSAL KEINSTANSI PEMERINTAH MAUPUN SWASTA, MALL MALL, TERMINAL, PASAR, HALTE BUS WAY, SATSIUN KERETA API MAUPUN KRL, TEMPAT PARKIRAN masjid masjid DLL, Biasanya mereka membawa sebundel proposal , ada juga yang dengan sisitem amplop yang sampelnya YAYASAN TERTENTU dengan dibagi bagikan dan ada juga yang langsung menyodorklan kwitansi sumbangan denagn nominal tertentu yang alasanya guna kepentingan pembangunan sarana sosial. WASPADALAH JIKA ADA PENCARI AMAL DENGAN KRITERIA TERSEBIT, DIJAMIN ITU ADALAH JARINGAN NII ALZAYTUN.

Belakangan ini banyak sekali pengaduan dari korban NII ALZAYTUN, yang mereka rata rata pernah dipekerjakan sebagai team pencari amal yang hasilnya adalah untuk pesantren alzaytun di indramayu jawa barat. Salah satunya adalah YAYASAN FIKRI AKBAR, yang berpusat di jawa timur, YAYASAN NURUL ULUM , yang berpusat di GODEAN SLEMAN JOGJAKARTA, YAYASAN NURUL JANNAH, di jakarta, dan yayasan lain diseluruh nusantara. Namun para anggotanya menyebar ke seluruh penjuru tanah air dalam mencari sumbangan, kini mereka juga merangkul beberapa pihak yang diantaranya adalah tokoh masayarakat dan orang terpandang di sekitarnya. Entah karena alasan tidak tahu atau apa memang sudah ada konspirasi diantara mereka. apa karena propaganda para jamaah NII ALZAYTUN ini sangat hebat ya sehingga orang orang yang punya pendidikan tinggi dan punya jabatan bergensi itu bisa terlibat dalan jaringan NII AL-ZAYTUN. Memang pada dasarnya mereka tidak dengan terang terangan mengusung ideologi negara islam indonesia , mereka kemas dalam bentuk acara seminar, klinik, lembaga pendidikan dlll sehingga tak tercium gerakan NII nya, namun klo dilihat dari personil nya adalah mereka semuanya yang ada dalam kepengurusan yayasan fikri akbar adalah para jamaah dan aparat aktif NII ALZAYTUN.

Jika dikaji mendalam, ini adalah kasus perdagangan manusia dan perbudakan yang harus dihentikan, para jamaah nii dengan dalih berjuang menegakan syariat islam rela menghabiskan waktunya guna mencari dana dan mencari target rekrutmen anggota NII baru.

salah satu contoh propaganda yayasan fikri akbar yang hasilnya kini mencapai angka yang cukup tinggi adalah sebagai berikut :


Ditulis pada Mei 24, 2008 oleh fikriakbar ( fikriakbar.wordpress.com )
Yayasan Fikri Akbar merupakan Yayasan yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial adapun program-program yang saat ini sedang kami kerjakan antara lain:

1. Pendirian Panti Asuhan FIKRI AKBAR

2. Pendidikan dan pelatihan anak jalanan

3. Bimbingan belajar bagi anak kurang mampu

4. Santunan anak asuh, Lansia dan Dhuafa’

5. Pengobatan dan khitanan massal gratis

6. Klinik murah untuk dhuafa’

Dikantor pusat Yayasan Fikri Akbar yaitu di Jalan S. Parman V 96, Waru, Sidoarjo, kami mengadakan pelayanan praktek pengobatan yang ditangani oleh Dokter Umum dan perawat kesehatan. Jam praktekantara pukul 08.00 - 12.00 dan pukul 17.00 - 20.00. Dibukanya praktek pengobatan ini merupakan upaya kami dalam mempersiapkan berdirinya sebuah Klinik yang kedepannya selain melayani masyarakat umum juga dapat membantu masyarakat yang kurang mampu agar dapat memperolah pelayanan kesehatan yang semestinya. Kami juga akan mengadakan pelayanan kesehatan keliling dalam waktu dekat ini. Semoga saja langkah awal yang talah kami lakukan ini mendapat ridho dari Allah SWT, karena semua itu kami lakukan dalam upaya semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Semoga juga apa yang kami cita-citakan dapat terlaksana dengan segera dengan do’a dan ikhtiar dari para pengurus, relawan, donatur, serta semua pihak yang berkenan serta mendukung apa yang sedang dan akan kami programkan.

Untuklebih jelas silahkan klik http://fikriakbar.wordpress.com
Melihat realitas tersebuat akan kah kiat terus diam membisu melihat saudara se agama kita telah dipolitisir dan dimanfaatkan semangatnya untuk kepentingan panji gumilang dan kelompoknya, apa karena keluarga kita tiodak terkena imbas langsung terjerat gerakan makar NIII ALZAYTUN ini sehingga kita ga punya semangat untuk menyelamatkan saudara kita yang sedang terjebak di NII ALZYTUN. Ingat, setiap hari mereka merekrut jamaah baru, mereka seperti mesin penghancur masal yang akan mencari target dan harus berhasil sampai sang target terperangkap dalam komunitas mereka. Jika tidak waspada terget berikutnya barangkali anda atau keluarga anda.

Kini para jamaah NII ALZAYTUN lebih diperas lagi karena mereka lagi punya hajat besar guna men sukseskan 5 caleg yang di usung NII AL-ZAYTUN DI PARTAI REPUBLIKAN yaitu :

1) H. Imam Prawoto. Dapil Banten I (Kabupaten dan Kodya Tanggerang), anak Panji Gumilang.

2) Muhammad Sholeh Aceng, SH. Dapil Banten III (Pandeglang dan Lebak),

3) Drs. Miftah. Dapil Jawa Barat III (Kodya Bogor dan Cianjur), keponakan Panji Gumilang.

4) Dr. Dani Kadarisman. Dapil Jabar X (Kuningan, Banjar dan Ciamis), Dokter AL-ZAYTUN

5) Ir. M. Asrurifak, MT., Caleg DPR-RI Dapil Jatim X Lamongan - Gresik

Salah satunya adalah putra presiden NII ALZAYTUN panji gumilang yaitu IMAM PRAWOTO untuk dapil banten tangerang. Semua jamaah NII ALZAYTUN diwajibkan mencoblos salah satu caleg caleg di partai republikan, bahkan kasus penggelembungan suara seperti di alzaytun bakal terulang kembali, 5 caleg partai republikan yang di usung NII AL-ZAYTUN pasti suaranya bakal meledak di daerah mereka karena para jamaah NII ALZAYTUN yang berada di luar dapil mulai saat ini sudah mulai datang ke setiap kelurahan masing masing untuk minta surat pindah atau pengantar untuk mencoblos di daerah dapil yang mereka kehendaki, tentunya tergantung mana yang deket dengan caleg di dapil mereka.

Mereka terus bergerak untuk meruntuhkan NKRI dengan segala cara, apakah kita akan tinggal diam terus melihat realitas ini ???

Marilah kita bersatu berantas kedzoliman ini agar tidak terlalu banyak korban yang berjatuhan

Team NCC



Dikirim pada 03 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


SYAYKH A.S.PANJI GUMILANG REKAYASA DPT FIKTIF

PANWASLU SIAGA SATU SIAP TANGKAP WARGA NII KW-9 AL-ZAYTUN

Masih ingatkah anda dengan mobilisasi masa teritorial NII KW9 ke Ma’had Al Zaytun pada Juli 2004
saat PILPRES Putaran Pertama untuk memuluskan Jenderal TNI ‘Thogut’ WIRANTO.
Pasca kejadian tersebut ribuan aparat dan jama’ah NII KW9 ‘murtad’ dari NII KW9.
Mereka tersadarkan bahwa FUTTUH NII yang dijanjikan cuma dijadikan ‘Kuda Troya’ aparatur intelejen NKRI. Kalaupun hal ini terulang belum tentu menyadarkan warga-jama’ah NII KW9,
karena Doktrin & Sistem Pengamanan Internal Warga sudah semakin disempurnakan.
Kesalahan dan kebocoran pada masa lalu jadi pelajaran berharga bagi Sang Syakh untuk selalu menyesatkan Generasi Muda Islam dengan Kedok NII.
Tulisan ini hanya sekedar ‘Tausiyah & Silaturahmi’

Kini 5 tahun berlalu Abu Toto belajar tidak mengulangi kesalahan sejaran di Pilpres Juli 2004. Sang Syaykh yang dapat Order Tim Sukses Pemilu dari Empat Serangkai ORBA “GOLKAR-PKPB-REPUBLIKAN-HANURA” mencoba meniru sukses PILKADA JATIM. Pasca ASA keliling Jawa akhir tahun lalu menginspirasikan Sang Syaykh untuk memanipulir DPT (Daftar Pemilih Tetap) pada Pilkada & Pemilu 2009. Bayaranpun sudah diterima, puluhan milyar sudah mengalir ke rekening Sang Syaykh di Bank Century. Sedangkan di teritorial Sang Syaykh menginstruksikan mobillisasi masa dan jama’ah teritorial NII dengan dana dan kemampuan jama’ah. Artinya Sang Syaykh gak perlu susah mengeluarkan koceknya sendiri. (Duit Proyek UTUH)

Masya Allah, manipulasi DPT Pilgub Jawa Timur TERBONGKAR! Gak tanggung-tanggung Kapolda Jawa Timurnya sontak MUNDUR karena protes di intervensi Mabes Polri. KPU pun dihujat habis menyoal DPT Fiktif yang melebihi hampir 20 % Suara Rakyat. Publikpun menggugat ‘jangan-jangan’ DPT ditiap propinsipun dimark-up juga. Bahkan ada yang minta PEMILU DITUNDA hingga persoalan DPT tuntas.

Sekarang ini kubu Syaykhul Ma’had terguncang. Sejumlah DPT dikantong-kantong caleg-caleg yang akan dipilih oleh ‘gerombolan NII KW-9′ pastinya akan diteliti ulang. Adapun skenario pengiriman 10 - 20 orang jama’ah NII ke TPS-TPS didaerah seputar caleg yang dijagokan di ‘Golkar-PKPB-Republikan-Hanura’ sesuai dengan quota 2 % batas yang masih dibolehkan aturan di KPU Pusat dari jumlah 500 - 600 orang per TPS bakal menjadi andalan. Memang ‘cerdik’ juga Sang Syaykh yang pernah menjadi operator ‘cendana’ diera keemasan Rezim Soeharto ini. Sang Syaykh mencoba mengakali aturan yang penuh dengan celah kelemahan hukum ini. Namun perlu diingatkan Banwaslu sebagai satu-satunya Pihak yang punya OTORITAS mengawasi Pemilu sudah pasang perangkap. Kini mulai dari hulu hingga hilir aliran mobilisasi masa NII KW-9 sudah ‘digambar’ alias dipetakan. Daerah seperti Bekasi, Banten X, Indramayu-Bekasi, Gresik dan sekitar Yogyakarta dan Lampung sudah diberi lampu merah. Tinggal menunggu umpan datang.

Saud Sirait anggota Banwaslu ketika dikonfirmasikan hal ini oleh Tim Buser SIKAT menyatakan,”Biarkan aja mereka, kita sudah siapkan perangkap!” Perlu diingatkan oleh seluruh jama’ah dan aparat territorial NII, bahwa salah satu pelanggaran berat pemilu adalah ‘adanya upaya ingin merubah Dasar Negara Pancasila & UUD 1945, mempersoalkan NKRI dan menyebarkan rasa kebencian dan permusuhan’ Maka ‘SKAK MATI’ bila Aparat NII KW9 NEKAD masuk TPS-TPS tersebut.

Patut dipertanyakan bahwa Sang Syaykh bakal NEKAD menerobos aturan tersebut. Mungkin ia mengira bakal ‘lolos jerat hukum’ setelah sukses menggelembungkan suara di Al Zaytun 5 Juli 2004 lalu hingga 24.000 orang. Bedanya dulu Sang Syaykh hanya mengolah suara tersebut cuma di satu titik TKP diMa’had Al Zaytun, Indramayu - Jawa Barat. Lalu bagaimana bila terjadinya dihampir seluruh TPS-TPS diwilayah DAPIL-DAPIL caleg jagonya NII KW-9 yang tersebar di Empat partai ‘Golkar-PKPB-REPUBLIKAN-Hanura’ Apa gak jadi bulan-bulanan 10 - 20 orang jama’ah NII dipelosok TPS-TPS tersebut.

Informasi mutakhir bahwa Tim-Tim Sukses akan menyebar jama’ah teritorial NII KW9 1 - 2 hari yakni H-2 sebelum Pemilu 9 April 2009. Mereka akan mengambil dan mendaftarkan sebagai pendatang pada pengisian Formulir 5 diluar DPT yang ada ditiap TPS-TPS. Para jama’ah NII KW9 dengan dibekali KTP dan Kartu Pemilih Tetap sejak pagi-pagi sekali akan menyerbu masing-masing TPS untuk daftar ulang dengan alasan tidak dapat memilih ditempat domisili ataupun tempat asal terdaftar pemilih. Pastinya mereka akan memilih jagonya sesuai dengan Perintah Umum Sang Syaykh sebagai PENERIMA ORDER. Disinilah ‘Sepandai-pandainya TUPAI MELONCAT akan TERJERAT juga’
Tunggu Tanggal mainnya!!!

‘ANDA MELIHAT ADA MOBILISASI MASA NII KW-9 MASUK TPS-TPS DISEKITAR ANDA’ SMS saja KE BANWASLU DI DAERAH TERDEKAT ANDA’

PEMANTAU PEMILU
TIM SUKSES ALIRAN SESAT
(NII KW9-LDII-AHMMADIYAH)

Bekerjasama dengan

Tim BUSER SIKAT Dan NCC



Dikirim pada 03 April 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


Ma’had Al-Zaytun tak bisa dilepaskan dari NII; bahkan dari DI/TII sebagai awalan dari NII. Dalam Bab I sudah dipaparkan hubungan antara Ma’had dan NII. Ternyata sejak pendiriannya, Ma’had ini diprakarsai oleh orang-orang NII, didanai dan dikerjakan pemba -ngunannya oleh jamaan pengajian NII serta pengelolanya juga adalah tokoh-tokoh NII. Begitu juga para santrinya sebagian dari anak-anak NII disamping dari orang-orang luar NII.

Jika ditelusuri hingga ke awal adanya DI/TII dengan tokohnya Kartosoewirjo maka tak pelak bisa dikatakan bahwa pemba -ngunan Ma’had ini merupakan kelanjutan realisasi dari gagasan (ide) sang Imam pertama DI. Sebagaimana ditunjukkan dalam Bab III, Kartosoewirjo bercita-cita mendirikan Negara Islam Indonesia, (NII). Ia menilai pada umumnya masyarakat Indonesia belum mengenal Islam, sehingga sulit mengajak manusia Indonesia untuk hijrah; hijrah dari “Mekah Indonesia” ke “Madinah Indonesia”, dalam bentuk NII tersebut. Oleh karena itu terlebih dahulu masyarakat Indonesia harus dididik mengenai ke-Islamannya. Kemudian, Kartosoewirjo mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama Institut Suffah. Lembaga inilah yang menjadi aset awal bagi terwujudnya Darul Islam atau Negara Islam Indonesia di kemudian hari. Sebagaimana sudah dipaparkan, dalam lembaga ini Kartosoewirjo terjun langsung mendidik para siswa dengan metode pengajaran dan pendidikan yang pernah diterapkan HOS Cokroaminoto, yakni para siswa di samping dibekali dengan pengajaran pengetahuan umum dan pendidikan agama Islam, juga dididik dalam bidang politik. Ada dua target yang hendak dicapai melalui lembaga pendidikan ini. Pertama, membentuk kader-kader militan (mujahid) yang kuat aqidah dan menguasai ilmu agama Islam, sehingga akhirnya mampu mengge -rakkan jihad fi sabilillah untuk menumbangkan dominasi penguasa zalim dalam rangka menegakkan daulah Islamiyah. Kedua, mengondisikan suatu masyarakat yang Islami, mulai dari pengenalan dan penerapan nilai serta sistem hidup yang Islami bagi setiap pribadi, dan penanaman ruh jihad. Sebab jihad merupakan tindak lanjut hijrah. Oleh sebab itu hijrah tidak dianggap sah bila tidak diiringi dengan jihad.

Dengan mengembangkan sejarahnya sendiri, bahwa Ma’had Al-Zaytun didirikan atas hasil renungan di Multzam oleh sekelompok tokoh NII serta hasil diskusi sekelompok mahasiswa ITB mengenai masa depan ummat Islam, bisa jadi pembentukan wacana seperti itu dilakukan untuk menutupi kecurigaan masyarakat mengenai hubungan Ma’had dengan NII. Tetapi dengan menelusuri sejarah gerakan NII yang mengalami pasang naik dan pasang surut, juga dalam hal gagasan, doktrin, kontinuitas para tokohnya, hingga berdirinya Ma’had, maka sukar dibantah jika Ma’had yang bercita-cita membentuk lulusannya yang basthotan fil ilmi wal-jism ada keterkaitan dengan NII. Cita-cita Kartosoewirjo jelas terlihat dalam Ma’had Al-Zaytun.

Dengan kata lain, pendirian Al-Zaytun di satu sisi merupakan kelanjutan ide DI/TII dalam mewujudkan NII (perspektif historis), di sisi lain Ma’had ini juga merupakan salah satu instrumen gerakan keagamaan dari NII (perspektif religious movement). Jadi dari segi kesejarahan ini, ada dua dimensi DI/TII/NII sekaligus dalam Al-Zaytun: berlanjutnya ide pendirian NII (history of ide) dari DI/TII yang merupakan bagian dari gerakan keagamaan (religous movement) orang-orang DI/TII menuju Madinah Indonesia.

Dari perspektif kesejarahan, para pemrakarsa dan pelaksana Al-Zaytun merupakan penerus gagasan Institut Suffah-nya DI/TII. Ternyata pemikiran untuk mewujudkan NII melalui jalur pendidikan Al-Zaytun adalah kelanjutan dari history of thought, history of ideas, atau intellectual history tokoh-tokoh DI/TII dalam hal ini Kartosoewirjo. Menyesuaikan dengan jamannya, memang pendirian Ma’had Al-Zaytun tidak hanya dipengaruhi pemikiran Kartosoewirjo, melainkan juga dipengaruhi oleh pemikiran Syekh AS Panji Gumilang dan teman-temannya. Jadi disamping memiliki aktualitasnya sendiri, kehadiran al-Zaytun memiliki dimensi-dimensi pertama teks, yang terdiri dari (1) genesis pemikiran, (2) konsistensi pemikiran, (3) evolusi pemikiran, (4) sistematika pemikiran, (5) perkembangan dan perubahan, (6) varian pemikiran, (7) komunikasi pemikiran, dan (8) internal dialectics dan kesinambungan pemikiran, serta intertekstualitas yang berhubungan dengan DI/TII/NII; Kedua, konteks yang terdiri dari; (1) konteks sejarah, (2) konteks politik, (3) konteks budaya, dan (4) konteks social, yang melingkupi pergerakan DI/TII/NII. Ketiga, hubungan antara teks dan masyarakat, yang meliputi pengaruh pemikiran, implementasi pemikiran, diseminasi pemikiran, dan sosialisasi pemikiran yang dilakukan NII, seperti pengajian, tilawah, dan sebagainya. Seperti sudah dijelaskan, sejarah ide Ma’had Al-Zaytun dipengaruhi oleh Mabdaust Tsalasah-nya Muhammad Karim Hasan dan tentu saja ideologi Kartosoewirjo dimana pemikiran Kartosoewirjo terpengaruh oleh HOS Cokroaminoto. Selanjutnya, Cokroaminoto terpengaruh oleh pemikiran kaum pembaharu termasuk Ahmadiyah. Dengan demikian terlihat bahwa Al-Zaytun adalah sebuah gerakan keagamaan yang merupakan kelanjutan dari gerakan keagamaan sebelumnya, dalam hal ini DI/TII/NII. Sedangkan DI/TII/NII juga merupakan hasil dari sebuah pemikiran berkaitan antara modernisme dan sekaligus fundamentalisme.

By www.nii-crisis-center.com



Dikirim pada 24 Maret 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN

BAGAIMANA GERAKAN NII Al ZAYTUN MENGORGANISASI TINDAK KEJAHATAN-KRIMINALITAS
Program tindak kejahatan Gerakan NII Al Zaytun atau NII faksi komando AS Panji Gumilang adalah didasarkan pada doktrin program penggalangan dana untuk negara dan filosofi paham sesat tersebut adalah Qonun Asasi dan Qonun Uqubat NII yang dinamakan jihad dan fa’i :
Sesungguhnya seluruh harta itu pada dasarnya adalah milik Allah yang pengelolaannya diserahkan kepada pimpinan dan warga NII. Seraya mengutip ayat:

“Sesungguhnya bumi ini diwariskan kepada hamba-hamba-Ku yang shalih.”

Yang mereka maksud dengan kata hamba-hamba-Ku yang shalih di sini menurut tafsir NII adalah para aparat Negara Islam Indonesia dan seluruh warganya. Dengan pedoman tafsir NII tersebut seluruh warga NKRI pada hakekatnya memiliki derajat sama dengan binatang, untuk itu menurut hukum Nya (menurut hukum dan fiqh NII) yaitu boleh diambil susunya, diperas tenaganya, dan dimakan dagingnya (atas dasar fa’i dan tazkiyah).

Praktek pelaksanaan shalat, dzikir, tilawah, ta’lim dan tazkiyah yang sebenarnya adalah melaksanakan program negara, adapun program yang utama adalah setiap aktivitas yang dilakukan dalam rangka menghimpun dana dan merekruit atau ummat sebanyak-banyaknya untuk kepentingan membangun dan membesarkan jama’ah - Negara Islam Indonesia yang basis utamanya adalah Ma’had Al-Zaytun. Oleh karenanya dengan melalui cara apapun setiap warga NII Al Zaytun wajib mengambil kembali seluruh harta Allah yang ada di tangan orang-orang kafir NKRI dengan melalui fa’i, sekaligus dengan dasar keyakinan yang bertujuan untuk membersihkan mereka dari dosa, sehingga suatu saat kelak pada akhirnya mereka mudah dan bersedia untuk menerima seruan untuk masuk serta bergabung dengan NII.

Karenanya perilaku menipu, mencuri hingga sampai membunuh pun terhadap setiap kalangan di luar NII selain telah dianggap kafir dan berderajat binatang adalah karena dianggap sebagai salah satu bagian dari modus fa’i (mengambil hak secara paksa) belaka. Pada hakekatnya tindakan kriminal seperti itu diyakini komunitas NII sebagai praktek ibadah kepada Allah dan bentuk pengabdian kepada negara yang sebenarnya.

Dikirim pada 24 Maret 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN

Toko Buku

Kami menyediakan berbagai Buku Aliran Sempalan
Di Indonesia
Diantaranya :
Infestigasi Mega Proyek AL-ZAYTUN SESAT
membongkar gerakan sesat NII dibalik pesantren
mewah AL-ZAYTUN
Penyimpangan dan Kesesatan ALaytun
Bunker AL-ZAYTUN


Kami juga menyediakan VCD dan DVD

Documenter


video kesaksian mantan aktifis NII AL-ZAYTUN
video kesaksian mantan Santri AL-ZAYTUN
video kesaksian orang tua korban NII AL-ZAYTUN
Rekaman dari berbagai Media Televisi
Hubungi : ( 021) 95641276



Dikirim pada 24 Maret 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


SYAYKH A.S.PANJI GUMILANG REKAYASA DPT FIKTIF

PANWASLU SIAGA SATU SIAP TANGKAP WARGA NII KW-9 AL-ZAYTUN

Masih ingatkah anda dengan mobilisasi masa teritorial NII KW9 ke Ma’had Al Zaytun pada Juli 2004
saat PILPRES Putaran Pertama untuk memuluskan Jenderal TNI ‘Thogut’ WIRANTO.
Pasca kejadian tersebut ribuan aparat dan jama’ah NII KW9 ‘murtad’ dari NII KW9.
Mereka tersadarkan bahwa FUTTUH NII yang dijanjikan cuma dijadikan ‘Kuda Troya’ aparatur intelejen NKRI. Kalaupun hal ini terulang belum tentu menyadarkan warga-jama’ah NII KW9,
karena Doktrin & Sistem Pengamanan Internal Warga sudah semakin disempurnakan.
Kesalahan dan kebocoran pada masa lalu jadi pelajaran berharga bagi Sang Syakh untuk selalu menyesatkan Generasi Muda Islam dengan Kedok NII.
Tulisan ini hanya sekedar ‘Tausiyah & Silaturahmi’

Kini 5 tahun berlalu Abu Toto belajar tidak mengulangi kesalahan sejaran di Pilpres Juli 2004. Sang Syaykh yang dapat Order Tim Sukses Pemilu dari Empat Serangkai ORBA “GOLKAR-PKPB-REPUBLIKAN-HANURA” mencoba meniru sukses PILKADA JATIM. Pasca ASA keliling Jawa akhir tahun lalu menginspirasikan Sang Syaykh untuk memanipulir DPT (Daftar Pemilih Tetap) pada Pilkada & Pemilu 2009. Bayaranpun sudah diterima, puluhan milyar sudah mengalir ke rekening Sang Syaykh di Bank Century. Sedangkan di teritorial Sang Syaykh menginstruksikan mobillisasi masa dan jama’ah teritorial NII dengan dana dan kemampuan jama’ah. Artinya Sang Syaykh gak perlu susah mengeluarkan koceknya sendiri. (Duit Proyek UTUH)

Masya Allah, manipulasi DPT Pilgub Jawa Timur TERBONGKAR! Gak tanggung-tanggung Kapolda Jawa Timurnya sontak MUNDUR karena protes di intervensi Mabes Polri. KPU pun dihujat habis menyoal DPT Fiktif yang melebihi hampir 20 % Suara Rakyat. Publikpun menggugat ‘jangan-jangan’ DPT ditiap propinsipun dimark-up juga. Bahkan ada yang minta PEMILU DITUNDA hingga persoalan DPT tuntas.

Sekarang ini kubu Syaykhul Ma’had terguncang. Sejumlah DPT dikantong-kantong caleg-caleg yang akan dipilih oleh ‘gerombolan NII KW-9′ pastinya akan diteliti ulang. Adapun skenario pengiriman 10 - 20 orang jama’ah NII ke TPS-TPS didaerah seputar caleg yang dijagokan di ‘Golkar-PKPB-Republikan-Hanura’ sesuai dengan quota 2 % batas yang masih dibolehkan aturan di KPU Pusat dari jumlah 500 - 600 orang per TPS bakal menjadi andalan. Memang ‘cerdik’ juga Sang Syaykh yang pernah menjadi operator ‘cendana’ diera keemasan Rezim Soeharto ini. Sang Syaykh mencoba mengakali aturan yang penuh dengan celah kelemahan hukum ini. Namun perlu diingatkan Banwaslu sebagai satu-satunya Pihak yang punya OTORITAS mengawasi Pemilu sudah pasang perangkap. Kini mulai dari hulu hingga hilir aliran mobilisasi masa NII KW-9 sudah ‘digambar’ alias dipetakan. Daerah seperti Bekasi, Banten X, Indramayu-Bekasi, Gresik dan sekitar Yogyakarta dan Lampung sudah diberi lampu merah. Tinggal menunggu umpan datang.

Saud Sirait anggota Banwaslu ketika dikonfirmasikan hal ini oleh Tim Buser SIKAT menyatakan,”Biarkan aja mereka, kita sudah siapkan perangkap!” Perlu diingatkan oleh seluruh jama’ah dan aparat territorial NII, bahwa salah satu pelanggaran berat pemilu adalah ‘adanya upaya ingin merubah Dasar Negara Pancasila & UUD 1945, mempersoalkan NKRI dan menyebarkan rasa kebencian dan permusuhan’ Maka ‘SKAK MATI’ bila Aparat NII KW9 NEKAD masuk TPS-TPS tersebut.

Patut dipertanyakan bahwa Sang Syaykh bakal NEKAD menerobos aturan tersebut. Mungkin ia mengira bakal ‘lolos jerat hukum’ setelah sukses menggelembungkan suara di Al Zaytun 5 Juli 2004 lalu hingga 24.000 orang. Bedanya dulu Sang Syaykh hanya mengolah suara tersebut cuma di satu titik TKP diMa’had Al Zaytun, Indramayu - Jawa Barat. Lalu bagaimana bila terjadinya dihampir seluruh TPS-TPS diwilayah DAPIL-DAPIL caleg jagonya NII KW-9 yang tersebar di Empat partai ‘Golkar-PKPB-REPUBLIKAN-Hanura’ Apa gak jadi bulan-bulanan 10 - 20 orang jama’ah NII dipelosok TPS-TPS tersebut.

Informasi mutakhir bahwa Tim-Tim Sukses akan menyebar jama’ah teritorial NII KW9 1 - 2 hari yakni H-2 sebelum Pemilu 9 April 2009. Mereka akan mengambil dan mendaftarkan sebagai pendatang pada pengisian Formulir 5 diluar DPT yang ada ditiap TPS-TPS. Para jama’ah NII KW9 dengan dibekali KTP dan Kartu Pemilih Tetap sejak pagi-pagi sekali akan menyerbu masing-masing TPS untuk daftar ulang dengan alasan tidak dapat memilih ditempat domisili ataupun tempat asal terdaftar pemilih. Pastinya mereka akan memilih jagonya sesuai dengan Perintah Umum Sang Syaykh sebagai PENERIMA ORDER. Disinilah ‘Sepandai-pandainya TUPAI MELONCAT akan TERJERAT juga’
Tunggu Tanggal mainnya!!!

PEMANTAU PEMILU
TIM SUKSES ALIRAN SESAT
(NII KW9-LDII-AHMMADIYAH)

Bekerjasama dengan

Tim BUSER SIKAT Dan NCC



Dikirim pada 23 Maret 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


NII KW9 KOK JADI IKUT KAFIR !!!

Sebuah fenomena yang amat menyedihkan, melihat sekian banyak anak bangsa semakin dibodohi dan diperbudak hanya untuk kepentingan segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab. Sebuah proyek penyesatan, baik dalam hal kesesatan penafsiran Al-Quran maupun keilmiahan yang mengakibatkan pembodohan dikalangan aktifis NII KW9. Mereka memanfaatkan orang yang memiliki semangat perjuangan menegakan syariat Islam. Hingga kemasannya pun dapat mengelabui, para aktifisnya tak merasa bersalah terhadap apa yang mereka lakukan, bahkan menganggap apa yang dilakukan adalah bagian dari ibadah dan perjuangan penegakan syari’at Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Premis umum dikalangan NII KW9 yang terdoktrin lewat Mabadi Tsalasah yaitu diluar kelompoknya adalah kafir. Tidak bernegara Islam, kafir. Berpartai berarti kafir dan demokrasi adalah produk kafirin. Pokoknya yang ada urusan dengan Republik Indonesia dan segala sistem yang mendukungnya diluar NII KW9 adalah kafir.

Konon katanya, Visi and misi NII KW9 adalah memberantas kekafiran (tanpa jadi kafir ya) dan menggantikan sistem di Negara ini jadi Negara Islam. Proses akhir itu, Futuh dalam bahasa mereka, di program selama 15 tahun. Dan tahun depan, 2009, program tersebut sudah mencapai deadline dan harus mencapai hasil.

Semakin mendekati angka keramat itu, semakin pusing juga para pimpinan NII KW9 mengambil langkah. Pasalnya, perangkat untuk mencapai futuh belum ada. Logistik, infiltrasi personil ke pemerintahan, senjata untuk kudeta, umat yang militan atau “penaklukan” militer hanya awang-awang belaka. Boro-boro memiliki itu semua, mempertahankan para jamaahnya saja keteteran. Lalu, pertanyaan besarnya kini adalah, bagaimana caranya futuh?.

Inilah hebatnya Panji Gumilang. Otaknya berputar seperti gansing, kadang miring ke kiri, kadang miring ke kanan. Kali ini, miringnya tidak tanggung-tanggung, menjadi tim sukses pemilu legislatif dan eksekutif untuk partai Republikan. Dikutip dari hasil Ijtima Wilayah NII KW9 pada awal bulan Dzulhijah 1429 H, sekitar seminggu lalu, Syaikh menyatakan, “Hai orang-orang yang beriman responlah ajakan ALLAH dan Rasul yang hari ini di rindukan masyarakat Indonesia. Kita diharapkan mensukseskan hajat Indonesia ini (pemilu). Ini bukan sukarela, tapi kewajiban.kalau tidak dijalankan ada sanksi. Jihad hari ini kita memasuki dinamika politik sesuai konstitusi, mengutip surat 48/27. kebetulan kita lagi cari kendaraan, sekarang ada yang menawarkan kendaraan itu secara gratis, kenapa tidak kita manfaatkan saja. Yang penting bagi kita bukan kendaraannya, tapi sampai ke tujuan (proklamasi NII). Kita sekarang ibarat sang bayi, kalau sudah waktunya lahir maka pasti akan lahir juga. Yang tidak sesuai dengan konstitusi saja, kita mampu memobilisasi musyahadutul hijrah, apalagi yang legal. Kalau kita mau, pasti sangat mudah. Allah kuasa menyusun tulang-tulang yang berserakan (2/259). Makanya ini tugas berat territorial dan ini mutlak harus berhasil.Lihat perang Badar yang menang walau Umat Islam hanya sedikit (3:103).”

Pernyataan sang Syaikh, lucunya, di respon bak perintah Nabi dan Rasul beneran oleh jamaahnya. Kontan, sekarang sudah dibentuk tim sukses untuk parta REPUBLIKAN di lima wilayah daerah pemilihan YANG SALAH SATU CALEG NYA ADALAH PUTRA SYAIKH PANJI GUMILANG YAITU IMAM PRAWOTO UNTUK DAERAH PEMILIHAN TANGGERANG. Bukan itu saja, mereka juga sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi TIM SUKSES caleg serta menyiapkan kantor dengan semuanya dibiayai atas dana umat. Weleh..weleh, ini berjuang gaya Islam atau solusi dalam kondisi kepepet. Kalau kita kembalikan ke doktrin mereka, sebenarnya yang kafir siapa ya?.

Terakhir Syaikh menutup pidatonya, “Dukung Caleg jalan, Hujumah Tafsiriah jalan, Maliyah jalan, Bersepeda jalan, jadi kita harus pintar membagi waktu. Hujumah Tafsiriyah harus sampai pada angka Tertinggi . Kita harus bisa jadi Manager maupun sebagai Katalisator. Pandai-pandai dalam menghadapi masalah yang menimpa kita karena perjuangan kita sudah hampir menuju kemenangan, FUTUH NII DAN RI SEGERA HANCUR.”

Subhanallah, sudah miring nyeleneh pula. Mengaku iman tapi kelakuannya seperti kafirin. Mengaku berjuang tapi dibawah bendera demokrasi yang dianggap kafir oleh mereka sendiri. Dimana letak perjuangan sebenarnya?. Di hati atau di kantong?. DimAna letak iman dalam diri mereka? Di qalbu atau saku?.

Tim Nii Crisis Center : Khoiril Jabar

Dikirim pada 23 Maret 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN

Seluruh hasil program Hujumat Tabsyiriyah yang pada prinsipnya hanya sebagai alat atau sarana penggalian (eksplorasi) dana dari anggota yang diberi nama program Tis’atal Mawarid (Sembilan Pos Pendanaan Negara). Setiap struktur territorial dari tingkat yang terendah ( Desa) hingga tingkat Gubernur telah ditargetkan melakukan penyetoran dana hasil program Sembilan Pos Pendanaan tersebut. Untuk struktur tingkat Desa kewajiban penyetoran dana ke struktur tingkat Kecamatan dilaksanakan setiap hari 2 kali, pada waktu pagi dan sore. Demikian halnya penyetoran struktur tingkat Kecamatan ke struktur tingkat Distrik dan tingkat Distrik ke struktur tingkat Daerah dan seterusnya Residen. Namun untuk tingkat Residen kewajiban penyetoran dana untuk negara dijadwalkan hanya satu kali dalam sebulan, yakni pada tanggal 25-27 dalam penanggalan (kalender) Hijriyah pada Bank CIC, atas nama Abu Ma’ariq. Dalam pelaksanaan tersebut para aparat struktur tingkat Daerah atau Residen tidak harus datang sendiri ke kantor Bank CIC dimaksud, terkadang pihak Bank yang melakukan jemput bola atau langsung mendatangi aparat struktur tingkat Daerah tersebut di tempat yang terjamin keamanannya dan ditetapkan sebelumnya.

Apabila target penyetoran dana negara mengalami kekurangan atau keterlambatan, maka setiap kekurangan atau keterlambatan tersebut wajib dipenuhi dan ditetapkan sebagai tanggungjawab sebagai hutang. Tetapi bila dana yang diperoleh ternyata berhasil melampaui target setoran, maka kelebihan dana hasil program Tis’atal Mawarid (9 pos pendanaan negara) tersebut dibolehkan menjadi milik struktur teritorial yang bertingkat-tingkat tersebut.

Biasanya surplus dana setoran tersebut sebagian digunakan untuk kepentingan Malja’, sebagian disimpan sebagai jaminan bagi kelancaran setoran bulan selanjutnya. Namun tak jarang terjadi kelebihan dana setoran tersebut dikorupsi oleh para aparat struktur itu sendiri. Karenanya setiap struktur tingkat Distrik maupun Daerah sering mematok (menetapkan) target perolehan setoran yang lebih tinggi kepada struktur yang berada di bawahnya atau tingkat-tingkat struktur yang berada dalam kontrol dan tanggungjawabnya sesuai target yang telah menjadi kesanggupannya, hal ini dilakukan dalam rangka memperoleh kelebihan dan menumpuk kekayaan.

Pengumpulan dana untuk memenuhi kebutuhan program negara yang disentralisir di tingkat Daerah dilaksanakan dengan administrasi yang lengkap dan rapi. Kepala bagian keuangan Daerah, dalam hal ini sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh dalam hal pemenuhan kebutuhan dan alokasi pendanaan. Namun dalam hal penyetoran ke Tingkat Wilayah (melalui Bank) seluruhnya diserahkan kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Selain metode di atas, pengumpulan dana juga ada yang langsung diserahkan kepada Tingkat Wilayah. Metode ini dilaksanakan dalam acara-acara tertentu yang disentralisir di Tingkatan Wilayah, Contoh :
o Program acara Tartib (Pelantikan Aparat Teritorial dan Fungsional)
o Program acara Munakahat (Menikah)
o Program acara Irsyad (Penataran Calon Aparat)
o Program acara Tahkim (Sidang Mahkamah)
Penyetoran akhir yang dilakukan pada akhir bulan Hijriyah dikoordinir oleh beberapa Badan yang telah berjalan di NII, antara lain:
o Departemen Pembangunan Keuangan
Badan ini bertanggung jawab dalam hal pembagian sistem keuangan yang berjalan untuk pembangunan dan Gaji aparat. Dalam Distribusi Gaji aparat yang mulai diturunkan ke setiap Tingkat Daerah pada tanggal 25-27 kalender hijriyah, setiap bulan penyalurannya juga lewat Bank. Tingkat Daerah mengakomodir Gaji tersebut, melengkapinya dengan blanko Gaji NII untuk tiap tingkatan. Dalam distribusi Ihsan (Gaji) seluruhnya sudah diatur dalam PERPU I (Peraturan Pengganti Undang-Undang) yang mengatur tentang pembagian Gaji, NDQ (Nomor Data Qoid/ Nomor Induk pegawai) dan Golongan layaknya pegawai negeri. Distribusi gaji melewati tahapan berjenjang sebelum sampai ke tingkatan masing-masing yang sebelumnya harus dipotong hutang dan kebutuhan lain.

o Setia Usaha Kerja
Badan ini bergerak untuk memenuhi kebutuhan yang diajukan ummat atau Aparat lewat rekomendasi Daerah atau wilayah. Jenis-jenis bantuan (pinjaman) yang diberikan lewat Badan ini, antara lain : Huqnatul Rosmal (Suntikan dana untuk usaha yang telah berjalan), Muqorodoh Malja’ (Bantuan - subsidi untuk memenuhi kebutuhan sewa Malja’),dll.
o Baitul Mal
Adalah wadah sentralisasi dana-dana yang dihasilkan dari sektor ekonomi, seperti: pertanian, perikanan, perkebunan, perhutanan dan industri.

Gaji Mas’ul dan Karyawan.

Sistem penggajian para mas’ul baik aparat Territorial maupun aparat Fungsional, telah ditetapkan sebagai berikut :
o Gaji para Aparat Territorial tingkat Desa (3 orang) sebesar Rp 700.000,-
o Gaji para Aparat Territorial tingkat ODO – Kecamatan (5 orang) sebesar Rp 1.700.000
o Gaji para Aparat Distrik – Kabupaten (7 orang) sebesar Rp 3.500.000,-
o Gaji para Aparat Territorial tingkat Daerah (11orang) sebesar Rp 7.000.000,-
o Gaji para Aparat Teritorial tingkat Wilayah (22 orang) berjumlah sebesar Rp 20.000.000,-

Berdasarkan data Laporan dalam Rencana Anggaran Belanja tahun 2001-2002 akumulasi gaji yang diberikan ke seluruh tingkatan aparat teritorial masing-masing, sebagai berikut:
o Gaji aparat Desa sebanyak 11.120 personil sebesar Rp 1.198.331.505,-
o Gaji aparat Kecamatan sebanyak 2.373 personil sebesar Rp 525.980.838,-
o Gaji aparat Kabupaten sebanyak 884 personil sebesar Rp 384.446.218,-
o Gaji aparat Daerah sebanyak 379 personil sebesar Rp 234.155.747,-
o Gaji aparat aparat Wilayah sebanyak 145 personil (terdiri dari 5 Wil. Besar di Jawa + 3 Wil di luar Jawa) jumlah dana sebesar Rp 167.814.721,-

Sedang jumlah Gaji untuk para aparat Fungsional yang berada di Ma’had Al-Zaytun maupun yang menjadi Korwil dan Korda YPI diluar daerah sebesar Rp 1.193.521.748,- (Copy Data dokumen resmi Laporan keuangan Al Zaytun diperoleh dari faksi Insan Hadid)
Total Gaji yang diberikan kepada seluruh jajaran sudah mencakup beberapa kebutuhan lain yang diberikan oleh negara, antara lain meliputi:
o Gaji Pokok
o Tunjangan Makanah (Jabatan)
o Tunjangan Kesihatan
o Tunjangan Ma’unah
o Tunjangan Ghizaiyah (Paket Gizi berupa beras, gula,minyak goreng, teh, kopi, garam, sabun mandi, sabun cuci, ikan asin dan pasta gigi).
o Syu’unul Malja’ (Bantuan untuk kebutuhan markas)
o Syu’unul Idaroh (Bantuan Operasional)
SISTEM PENGGAJIAN GURU & KARYAWAN MA’HAD AL ZAYTUN

Para guru atau asatidz-asatidzah Ma’had Al Zaytun digaji berdasarkan ketentuan sesuai kebijakan dan perjanjian, seperti yang berlaku dalam kewajiban maliyah (keuangan) yang dibebankan kepada setiap warga NII di manapun. Para asatidz dan asatidzah Ma’had Al Zaytun terdiri dari dua latar belakang, yang berlatar belakang anggota NII berasal dari teritori berjumlah mayoritas atau dalam jumlah prosentase 90 % sedang yang 10 % berlatar belakang umum dengan kontrak kerja selama 1-2 tahun, tetapi kebijakan sistem gaji mereka semua diberlakukan sama.

Para karyawan disebut pasukan hijau dan kuning (Muwadzhof) diberi gaji sangat rendah dalam penerimaan riil setiap bulannya. Bagi mereka yang masa kerjanya masih 3 bulan pertama, gaji yang diterima dan ditetapkan sebesar Rp 60.000,- perbulan, 3 bulan berikutnya dinaikkan menjadi Rp 75.000,- 3 bulan berikutnya dinaikkan menjadi Rp.100.000,- Nilai gaji riil para muwadzhof sebenarnya hanya sebesar Rp 100.000,- tersebut, hakekatnya sebagai sisa gaji yang diterima setelah dipotong negara atas dasar kewajiban yang dibebankan dalam program 9 Pos pendanaan negara yang rata-rata mencapai 75 % dari nilai gaji yang sesungguhnya, atau kelipatan 3 dari nilai nominal riil yang diterima. Artinya, jika seorang karyawan menerima gaji riil sebesar Rp 100.000,- maka gaji asli mereka sebenarnya sebesar Rp 400.000,-

Bagi mereka yang masih berstatus ghairu mutazaawij (belum menikah) tidak diberikan tunjangan apapun sebagaimana yang berhak diperolehnya, sedang bagi karyawan yang berstatus mutazaawij (sudah menikah) akan diberi tunjangan, yang secara tertulis meliputi beberapa item dibawah ini kecuali (tunjangan kesehatan)
o Gaji Pokok
o Tunjangan Makanah (Jabatan)
o Tunjangan Kesihatan
o Tunjangan Ma’unah
o Tunjangan Ghizaiyah (Paket Gizi berupa beras, gula,minyak goreng, teh, kopi, garam, sabun mandi, sabun cuci, ikan asin dan pasta gigi).

(Namun praktek yang direalisasikan oleh pihak Ma’had hanya points ke lima belaka, point yang lain belum bisa terlaksana. Karena itu praktek pelayanan kesehatan hingga hari ini dikenakan biaya)

MEKANISME KERJA KARYAWAN MA’HAD AL-ZAYTUN

Para pekerja pasukan kuning dan hijau Ma’had Al Zaytun berjumlah 3500 orang sebenarnya masyarakat pekerja yang patut dikasihani, dan perlu mendapat perhatian dari LSM seperti PPMI atau menteri ketenaga kerjaan Republik Indonesia. Sebab mekanisme kerja yang diberlakukan Abu Toto AS Panji Gumilang lebih dekat pada system kerja Rodi dan Romusha. Antara lain menerapkan pemberlakuan jam kerja yang tidak umum dan menyalahi peraturan ketenaga kerjaan maupun rasa kemanusiaan dalam hal pemberian upah atau jasa yang minim maupun dalam hal penerapan sistem base camp.

Penerapan jam kerja yang diberlakukan Ma’had Al Zaytun terhadap 3500 tenaga kerja terlatih yang meliputi banyak bidang seperti tenaga kasar terlatih, tukang batu, kayu dan konstruksi besi dan beton maupun pengelasan (perbengkelan) ditetapkan sejak dari pukul 07.00 wib hingga pukul 22.00 wib. Selain pekerja bangunan, tenaga kerja ahli di bidang perkayuan dan besi diorientasikan pada sistem fabrikasi, karena hal itu direncanakan menjadi mesin produksi yang tidak saja diformat untuk memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga untuk kepentingan perdagangan dan atau melayani pesanan.

Seluruh tenaga kerja Ma’had Al Zaytun disediakan base camp (barak penampungan) yang letaknya di pojok sebelah kiri Ma’had tersebut. Para pekerja tersebut wajib menginap dalam base camp tersebut selama 6 hari berturut-turut, pada hari ke tujuh mereka baru mendapat cuti 1 hari untuk mengunjungi keluarga yang juga diwajibkan bermukim secara kontrak didesa-desa sekitar Ma’had. Dari penuturan beberapa mantan pekerja maupun Tibmara serta Garda Ma’had yang telah eksodus menceritakan tentang duka dan penderitaan kehidupan sehari-hari, dimana para muwadzhof yang harus bermukim selama sepekan berada dalam base camp, dan baru bisa berkumpul dengan keluarga cuma satu hari.

Demikianlah hasil investigasi LPDI-SIKAT tentang Ma’had Al Zaytun yang berhasil dibukukan Umar Abduh. Temuan data dan informasi yang meyakinkan tentang keberadaan Ma’had Al-Zaytun dan kaitan gerak aktivitasnya tersebut dapat dipertanggungjawab kan, karena hal itu merupakan hasil investigasi dari banyak pihak, selain dari penyerahan para mantan anggota NII, baik yang berasal dari dalam Ma’had Al Zaytun (aparat dan pekerja Fungsional) maupun yang berada di luar Ma’had Al Zaytun (aparat atau anggota Teritorial NKA-NII) juga pengakuan dari mereka mendatangi lembaga resmi MUI, DEPAG dan aparat Mabes Polri.



Dikirim pada 21 Maret 2009 di Prpaganda NII AL-ZAYTUN


JARINGAN NII KW9 AL-ZAYTUN
Telah kita ketahui bersama bahwa NII ALZAYTUN kini terus mengembangkan sayapnya, mengingat tidak adanya kepedulian pihak pemerintah dan lembaga lembaga yang dianggap bertanggung jawab, MABES POLRI, TNI, MUI DEPAG, KOMNAS HAM, dan lembaga lembaga lain. Kesemuanya seakan tak punya taring guna membendung gerakan sesat dan menyesatkan NII KW9 AL-ZAYTUN, seakan akan telah terjadi konspirasi yang mengakibatkan semakin banyak korban berjatuhan disemua aspek masyarakat.

Kini NII ALZAYTUN berani merapatkan 5 calegnya ke Partai RepublikaN yang jelas jelas berasaskan pancasila, padahal menurut NII AL-ZAYTUN alzaytun sendiri pancasila adalah kafir, lucu sekali… ???

Untuk mensukseskan hajat besar itu kini NII punya segudang jurus guna meng golkan 5 Calegnya yang diharapkan mereka akan bisa menduduki ketua komisi di DPR . MEREKA DIHARAPKAN bisa mempelintir aturan aturan RI sesuai kehendak mereka..katanya RI akan tunduk pada NII ALZAYTUN bentar lagi…LUAR BIASA ??? hajat besar tentunya juga punya anggaran yang besar pula, nah kini jamah NII teritorial digenjet habis habisan, mereka harus menyiapkan seala sesuatunya termasuk kebutuhan untuk tim sukses beserta perlengkapanya harus mereka siapkan, tak perdulu mereka cape apa ga, cari duit halal apa haram, yang penting target terpenuhi guna suksesnya 5 caleg mereka.

Beberapa contoh praktek pencarian dana adalah dengan cara penyebaran jamaah NII lewat kotak amal yatim piatu atau yayasan fakir miskin, bila anda menjumpai para muda mudi yang sedang semangat cari amal di ATM - ATM, bis bis, bus way,food court, ataupun tempat tempat ramai yang mereka dibekali surat tugas dan ada pula yang tidak memakai surat tugas dan biasanya ada yang langsung dengan amplop atau ada yang pake sistim kwitansi. klo ada indikasi seperti itu sudah dipastikan itu adalah jaringan NII AL-ZAYTUN, coba aja tanakanj dimana alamat mereka, pasti mereka gak akan kasih tau karena biasanya mereka tinggal di malja atau markas mereka.

Dari survei tim NCC juga ditemukan hal yang amat luar biasa, 70 % pedagang asongan di kereta JABODETABEK , asongan di Bus Way atau bis kota JABODETABEK juga terlibat gerakan makar NIi ALZAYTUN ini, rata rata ini untuk jaringan NII KW9 untuk wilayah Jakarta Timur.

Satu hal lagi, NII KW9 AL-ZAYTUN kini sudah masuk kepartai yaitu RepublikaN, masyarakat harap waspada terhadap jaringan NII ALZAYTUN, mereka mempunyai 5 caleg yang dipasang di 5 dapil yang salah satunya adalah putra syaikhTon Panji Gumilang yaitu Imam Prawoto. Masayarakat harus jeli dan harus menolak keras jaringan NII yang masuk partai Repulikan itu, indikasinya sangat jelas dipahami, para kader NII ALZAYTUN yang mensosialisasikan ( tim sukses ) partai republikan itu mereka selalu membawa majalah alzaytun, berita indonesia dan membawa kartu nama salah satu caleg dari parta republikan, untuk JABODETABEK yang Mereka usung adalah imam prawoto dan Miftah, jangan percaya sama janji janji mereka, biasanya mereka menyanjung nyanjung pesantren alzaytun dengan segudang propaganda cita cita yang katanya membangun indonesia KUAT. yang ada seh membangaun generasi muda indonesia jadi hancur.

KAMI HARAP MASAYARAKAT LEBIH WASPADA TERHADAP GERAKAN NII ALZAYTUN DAN JARINGANYA, KARENA MEREKA AKAN MENGGUNAKAN SEGALA CARA GUNA MENEMPUH JALAN YANG INGIN MEREKA CAPAI. JANGAN SAMPAI KERABAT DEKAT, TEMAN ATAU SIAPA SAJA TERJERAT GERAKAN NII ALZAYTUN. WASPADALAH WASPADALAH

TEAM www.nii-crisis-center.com



Dikirim pada 21 Maret 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN



KLARIFIKASI ISU NII KW9/ AL ZAYTUN
18 Maret 2009

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4



Kami berkewajiban untuk meluruskan beberapa tuduhan dan penggiringan opini yg secara sengaja menunggangi isu tsb untuk menyudutkan Islam dan menghina cita cita penegakan Syari’at Islam, sbb :

1. NII kw9 adalah Musuh Bersama umat Islam dan Kemanusiaan, musuh masyarakat bahkan musuh Negara (tapi apakah NKRI menganggap Musuh atau Anak Haramnya )


2. Al-Zaytun berfaham Islam Liberal, sangat Kapitalis dan ujung tombak Bank Valas Yahudi ‘CENTURY’ Bigbos George Soros, anti thd ekonomi Syari’ah dan perbankan Muamalat

3.Kiblat Politik Al-Zaytun adalah sisa sisa kekuatan Neo Orba, Cendana dan intelejen pro Barat.

Bagaimana mungkin berharap NII Zaytun memperjuangkan tegaknya Syariat Islam, bahkan sangat berbohong jika ingin mendirikan Negara Islam. Isu NII tersebut hanyalah kuda Troya untuk menghancurkan citra Penegakan Syariat Islam. Faktanya NII KW9 dibiarkan tumbuh subur dan berkembang,karena faktanya jutaan generasi muda Islam hancur masa depan dan ekonominya. Sadarlah saudaraku, dan warning untuk anda anda yang anti Penegakan Nilai Nilai bahwa anda tidak ada bedanya dgn Anasir Jahat NII KW9/Al-Zaytun,bahkan lebih jahat dari itu. Anda bisa ada ditubuh MUI, TNI-POLRI atau Yahudi yahudi Lokal Berkedok Islam.

Kami takkan tinggal diam !!!



Dikirim pada 20 Maret 2009 di Forum Komunikasi Korban NII ALZAYTUN


connect with ABATASA